CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kementerian Kelautan dan Perikanan minta pasokan bersubsidi bagi nelayan


Kamis, 15 September 2011 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Menteri Ekonomi negara anggota Kerja Sama Ekonomi Komperhensif Regional (RCEP) melakukan pertemuan putaran kedelapan secara virtual, Kamis (27/8).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan. Dia meminta BBM subsidi sebesar 2,5 juta kiloliter.

Menurutnya, nelayan berhak mendapatkan BBM subsidi karena miskin dan tertinggal. "Kalau subisidi akan lebih murah dibandingkan dengan harga normal atau harga industri," katanya, Kamis (15/9).

Menurutnya, hingga saat ini baru 700.000 kiloliter yang baru dipenuhi. Makanya, dia terus menuntut Kementerian ESDM memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi untuk nelayan. "Minggu depan kami rapat. Kami akan terus mendesak memberikan alokasi BBM buat nelayan," katanya.

Berdasarkan data (KKP) menyebutkan, BBM bersubsidi yang tersedia hanya sekitar 40 % dari kebutuhan nelayan pada 2011 yang diperkirakan mencapai 2,51 juta kiloliter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×