kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kementerian Kelautan dan Perikanan minta pasokan bersubsidi bagi nelayan


Kamis, 15 September 2011 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Menteri Ekonomi negara anggota Kerja Sama Ekonomi Komperhensif Regional (RCEP) melakukan pertemuan putaran kedelapan secara virtual, Kamis (27/8).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan. Dia meminta BBM subsidi sebesar 2,5 juta kiloliter.

Menurutnya, nelayan berhak mendapatkan BBM subsidi karena miskin dan tertinggal. "Kalau subisidi akan lebih murah dibandingkan dengan harga normal atau harga industri," katanya, Kamis (15/9).

Menurutnya, hingga saat ini baru 700.000 kiloliter yang baru dipenuhi. Makanya, dia terus menuntut Kementerian ESDM memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi untuk nelayan. "Minggu depan kami rapat. Kami akan terus mendesak memberikan alokasi BBM buat nelayan," katanya.

Berdasarkan data (KKP) menyebutkan, BBM bersubsidi yang tersedia hanya sekitar 40 % dari kebutuhan nelayan pada 2011 yang diperkirakan mencapai 2,51 juta kiloliter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×