kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kemenkeu optimistis penyerapan belanja modal semakin cepat di 2020


Selasa, 14 Januari 2020 / 19:03 WIB
Kemenkeu optimistis penyerapan belanja modal semakin cepat di 2020
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani

Reporter: Grace Olivia | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yakin dapat mendorong kementerian dan lembaga (K/L) lainnya untuk merealisasikan belanja modal lebih cepat dan efektif di tahun anggaran 2020. 

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal tahun, yaitu agar belanja yang berkaitan dengan anggaran-anggaran modal segera dieksekusi oleh K/L sejak bulan-bulan awal.

Baca Juga: Pemerintah siapkan 18 paket regulasi untuk tingkatkan kemudahan berusaha

"Sekali lagi, agar belanjanya dipercepat. Ini berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Diingatkan ke semua eselon 1, 2, 3, dan 4 agar hal-hal yang berkaitan mungkin dengan juknis (petunjuk teknis) dan lain-lain agar segera diselesaikan,” tutur Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (6/1) lalu. 

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan, penyerapan belanja modal telah mengalami perbaikan dan akan terus didorong lebih baik di tahun-tahun anggaran ke depan. Perbaikan tersebut, menurutnya, terlihat dari kinerja penyerapan belanja modal di akhir tahun lalu.

Sepanjang 2019, pemerintah menetapkan pagu belanja modal K/L sebesar  Rp 189,34 triliun.  Adapun Kemenkeu mencatat, realisasi belanja modal untuk sementara hingga akhir Desember 2019 sebesar Rp 180,9 triliun atau 95,6% dari pagu yang ditetapkan. 

“Tahun lalu itu penyerapannya sudah bagus. Tentunya arah ke percepatan (penyerapan) selalu kita dorong sesuai dengan pesan Presiden,” tutur Askolani saat ditemui di DPD, Selasa (14/1). 

Baca Juga: Kemenkeu buka seleksi jabatan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF)

Tahun ini, alokasi anggaran belanja negara dalam APBN 2020  sebesar Rp 1.683,5 triliun. Di antaranya, pagu belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang mencapai Rp 909,6 triliun.

Askolani mengatakan, pagu belanja modal K/L untuk tahun 2020 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Kemenkeu menetapkan alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp 209,39 triliun atau naik 10,6% dari tahun lalu. 

Seiring dengan kenaikan anggaran belanja modal tersebut, Askolani meyakini penyerapan juga bisa semakin terdorong. 

“Apalagi kemarin penyerahan DIPA sudah dilakukan lebih cepat di bulan November, bukan Desember. Jadi, kami yakin semestinya (penyerapan) bisa lebih cepat lagi,” tutur Askolani. 

Baca Juga: Lima fakta baru Asabri: Investasi berkinerja jeblok, hingga ada nama Benny Tjokro

Askolani menyebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan masih menjadi dua institusi yang memiliki pagu belanja modal terbesar di tahun ini.

Untuk itu, Kemenkeu mengimbau agar kedua kementerian, juga kementerian dan lembaga lainnya, dapat mempercepat proses belanja sesuai dengan instruksi yang disampaikan langsung oleh Presiden. 

“Tentunya biasanya yang bisa dilakukan oleh Kementerian PUPR itu melalui lelang proyek dan pengadaan secara lebih awal. Apalagi DIPA sudah lebih cepat juga disampaikan kemarin,” terangnya. 




TERBARU

Close [X]
×