kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.713   -26,00   -0,15%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kemenkeu optimistis penyerapan belanja modal semakin cepat di 2020


Selasa, 14 Januari 2020 / 19:03 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

Tahun ini, alokasi anggaran belanja negara dalam APBN 2020  sebesar Rp 1.683,5 triliun. Di antaranya, pagu belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang mencapai Rp 909,6 triliun.

Askolani mengatakan, pagu belanja modal K/L untuk tahun 2020 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Kemenkeu menetapkan alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp 209,39 triliun atau naik 10,6% dari tahun lalu. 

Seiring dengan kenaikan anggaran belanja modal tersebut, Askolani meyakini penyerapan juga bisa semakin terdorong. 

“Apalagi kemarin penyerahan DIPA sudah dilakukan lebih cepat di bulan November, bukan Desember. Jadi, kami yakin semestinya (penyerapan) bisa lebih cepat lagi,” tutur Askolani. 

Baca Juga: Lima fakta baru Asabri: Investasi berkinerja jeblok, hingga ada nama Benny Tjokro

Askolani menyebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan masih menjadi dua institusi yang memiliki pagu belanja modal terbesar di tahun ini.

Untuk itu, Kemenkeu mengimbau agar kedua kementerian, juga kementerian dan lembaga lainnya, dapat mempercepat proses belanja sesuai dengan instruksi yang disampaikan langsung oleh Presiden. 

“Tentunya biasanya yang bisa dilakukan oleh Kementerian PUPR itu melalui lelang proyek dan pengadaan secara lebih awal. Apalagi DIPA sudah lebih cepat juga disampaikan kemarin,” terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×