kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.827   -1,00   -0,01%
  • IDX 8.024   -8,07   -0,10%
  • KOMPAS100 1.131   -1,14   -0,10%
  • LQ45 820   -0,96   -0,12%
  • ISSI 284   0,14   0,05%
  • IDX30 427   0,52   0,12%
  • IDXHIDIV20 514   1,14   0,22%
  • IDX80 126   -0,16   -0,13%
  • IDXV30 140   0,31   0,22%
  • IDXQ30 139   0,11   0,08%

Kemenkeu mulai proses revisi belanja kementerian


Minggu, 29 Juni 2014 / 20:59 WIB
Kemenkeu mulai proses revisi belanja kementerian
ILUSTRASI. Cara mengetahui siapa yang membagikan IG story.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L) sudah mengajukan perubahan rencana belanjanya ke Kementerian Keuangan (kemenkeu). Menurut Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Askolani, saat ini pihaknya masih melakukan review atas beberapa K/L yang sudah menyerahkan revisi anggarannya.

Namun demikian, Askolani tidak menjelaskan K/L mana saja yang sudah menyerahkan dokumen revisi anggaran tersebut. Ia juga tidak menyebutkan berapa K/L yang sudah menyerahkan. “Yang pasti belum semua masuk, yang sudah sedang direview,” ujarnya, Jumat (27/6) di Jakarta.

Ia berharap masing-masing K/L tersebut bisa secepatnya menyerahkan revisi anggaran belanja mereka. Apalagi deadline yang diberikan kemenkeu terhadap semua K/L pada pertengahan Juli 2014.

Nantinya, jika semua belanja K/L sudah direview oleh Kemenkeu, akan segera diserahkan ke Sekertariat Negara (Setneg), untuk dibuat Keputusan Presiden (Kepres)-nya. Sebagai informasi, perubahan rencana belanja ini akan disesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2014.

Dalam APBN-P tahun 2014 itu pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati anggaran untuk K/L sebesar Rp 602,29 triliun, setelah dipangkas sebesar Rp 43 triliun dari yang dipatok dalam APBN 2014. Namun, sebelumnya anggaran belanja untuk K/L ini direncanakan dipangkas hingga Rp 100 triliun, dengan alasan efisiensi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×