kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemenkeu ingatkan ESDM akan potensi pembengkakan subsidi BBM


Senin, 21 November 2011 / 16:25 WIB
ILUSTRASI. Pengendara motor melakukan pengisian bahan bakar minyak di SPBU Pertamina, Jakarta, Senin (30/11/2020).


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengingatkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) agar memantau konsumsi BBM bersubsidi di sisa waktu dua bulan terakhir tahun ini.

Latar belakangnya, hingga awal November 2011 lalu, realisasi belanja subsidi energi, khususnya belanja subsidi BBM sudah terserap sebesar Rp 110,82 triliun atau 85,5% dari pagu anggaran sebesar Rp 129,72 triliun. Melihat kondisi ini, ada kekhawatiran akan terjadi pembengkakan belanja subsidi energi, terutama untuk subsidi BBM ini.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengungkapkan pemerintah hingga saat ini masih menggunakan acuan pagu anggaran yang telah ditetapkan pada APBNP 2011. Dalam APBNP 2011 disebutkan, tahun ini kuota BBM bersubsidi sebesar 40,4 juta kilo liter. "Berdasarkan realisasi, perkiraan (realisasi volume konsumsi BBM) akan melampaui (target). Oleh karena itu, kita minta ESDM untuk memantau karena acuan kita adalah dokumen APBNP," ujarnya Senin (21/11).

Kekhawatiran ini cukup beralasan. Pasalnya, biasanya realisasi pencairan anggaran belanja di lapangan lebih tinggi ketimbang yang tercatat di Kementerian Keuangan. Sebab, bisa jadi sebagian belanja belum ditagihkan ke kas negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×