Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Kemenkes menyebut seluruh kasus konfirmasi di Indonesia mengarah pada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan sindrom ginjal dengan strain Seoul Virus.
Selain itu, virus Hanta pada reservoir tikus juga telah ditemukan di 29 provinsi berdasarkan Studi Rikhus Vektora oleh BBLKL Salatiga.
Kemenkes menjelaskan, faktor risiko utama penularan hantavirus adalah kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urine, air liur, kotoran, serta sekresi hewan tersebut.
Dalam penilaian risiko Indonesia tahun 2025, Kemenkes menilai risiko importasi kasus tipe HPS pada manusia berada pada kategori sedang.
Tonton: Harga Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak, Penjualan Mobil Diesel Bekas Anjlok?
Sementara itu, risiko penambahan kasus tipe HFRS pada manusia masuk kategori tinggi.
Selain itu, Kemenkes juga mencatat tiga kematian pada kasus yang dikonfirmasi hantavirus dipengaruhi oleh kondisi lain atau ko-infeksi, seperti leptospirosis, kanker hati, dan kegagalan multiorgan.
Tabel Faktor Risiko Hantavirus
| Faktor Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Paparan urine tikus | Kontak dengan cairan tubuh tikus terinfeksi |
| Paparan air liur | Penularan melalui sekresi hewan |
| Paparan kotoran tikus | Risiko inhalasi partikel terkontaminasi |
| Lingkungan tidak higienis | Mempermudah kontak manusia dengan rodensia |
| Ko-infeksi penyakit lain | Memperparah kondisi pasien |
Kasus hantavirus di Indonesia muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap wabah serupa yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Sejumlah negara kini berlomba melacak penumpang dan kontak erat setelah muncul kasus infeksi di kapal tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah itu menewaskan tiga orang, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman, sementara lima orang lainnya dipastikan terinfeksi dan tiga kasus lain masih diduga terpapar.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, namun pada jenis tertentu seperti strain Andes, penularan antarmanusia dapat terjadi meski sangat jarang. Karena itu, otoritas kesehatan di berbagai negara melakukan pelacakan terhadap penumpang yang sempat turun di St. Helena, Samudra Atlantik Selatan, sebelum wabah diketahui. Penumpang kapal diketahui berasal dari sedikitnya 12 negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













