kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT


Rabu, 19 Agustus 2026 / 14:45 WIB
Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT
ILUSTRASI. Gempa NTT (BNPB/BNPB)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan setelah gempa bumi M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan pembangunan dua RS Lapangan tersebut merupakan langkah cepat setelah aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC), menyusul kerusakan fasilitas kesehatan terdampak gempa.

"Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan," ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026). 

Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Pertahankan BI-Rate di Level 5,75% Pada Agustus 2026

Di RSUD Aeramo, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait operasional RS Lapangan pada Selasa (18/8/2026). Tim juga bersama petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) memantau kondisi ruang perawatan untuk memastikan keamanan pasien dan tenaga kesehatan.

Berdasarkan koordinasi tersebut, RSUD Aeramo masih membutuhkan tambahan tenda untuk mendukung operasional RS Lapangan.

Kemenkes juga memperkuat pelayanan dengan mengerahkan tenaga medis yang terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum serta perawat untuk layanan IGD, anestesi dan kamar operasi.

Tenaga kesehatan tersebut berasal dari sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon dan RS Ben Mboi Kupang, dengan dukungan tim cadangan dari RS Kariadi.

Selain itu, tim medis yang ditugaskan ke RSUD Ende disiapkan untuk menjadi pendukung operasional RSUD Aeramo apabila terjadi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan akibat dampak lanjutan gempa.

Dalam respons medis tersebut, Tim EMT turut membawa sejumlah logistik kesehatan, antara lain vaksin dari Bio Farma, satu Emergency Kit, 2.000 masker, 1.000 kantong infus HS NS serta 400 pasang sarung tangan medis.

Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan lanjutan bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

Baca Juga: Pemerintah Sebut Modal Awal Danantara Development Management Fund Tak Pakai APBN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×