kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

KEK Singhasari dikembangkan menjadi pusat teknologi dan ekonomi digital


Senin, 06 Januari 2020 / 21:43 WIB
KEK Singhasari dikembangkan menjadi pusat teknologi dan ekonomi digital
Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyerahkan salinan PP KEK Singhasari, KEK Likupang, dan KEK Kendal kepada para Bupati dan Badan Usaha Pengusul di Jakarta (6/1).

Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut, KEK Singhasari disiapkan sebagai pusat pariwisata bertaraf internasional sekaligus pusat industri kreatif dan digital.

Kawasan ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi digital dengan menggandeng beberapa perusahaan teknologi multinasional seperti Amazon, IBM, Apple, dan Google, serta akan bekerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di dunia.

Baca Juga: Tetapkan target investasi, Kemenko Perekonomian: Permudah evaluasi pengelolaan KEK

Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama David Santoso, selaku salah satu Badan Usaha Pembangunan dan Pengelolaan (BUPP) KEK Singhasari, menambahkan, KEK Singhasari memang disasar sebagai salah satu innovation and creative hub Indonesia ke depan.

“Kita punya banyak potensi creative hub seperti Bandung, Yogyakarta, Malang tapi belum ada klaster khusus yang menyatukan faktor produksi yang dapat meningkatkan daya saingnya,” tutur David, Senin (6/1).

Oleh karena itu, saat ini BUPP KEK Singhasari fokus membangun infrastruktur dasar di kawasan dalam tiga tahun pertama untuk menarik investor di tahap awal.

Dari luas kawasan sekitar 120 hektare, David mengatakan, sudah sekitar 44 hektare lahan dibangun pada tahap pertama dengan bobot infrastruktur yang sudah terbangun sekitar 50%.

Baca Juga: Tiga RUU omnibus law resmi masuk Prolegnas 2020

Selain di sektor digital, KEK Singhasari juga akan dikembangkan sebagai kawasan wisata untuk menarik 1 juta wisatawan ke depan.

“Sekarang ini mungkin baru sekitar 400.000 wisatawan per tahun. Butuh destinasi tematik lainnya, seperti Batu (Malang) yang sudah ada,” lanjut David.

Pemerintah dan pengelola KEK Singhasari memperkirakan  sumbangan devisa dari kawasan tersebut bisa mencapai Rp 23,6 miliar hingga 2030.

KEK Singhasari juga ditargetkan dapat berkontribusi  sebesar  Rp 135,33 miliar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Malang di 2030, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 6.863 orang saat KEK Singhasari optimal beroperasi. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×