kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kata Darmin soal tingginya nilai impor


Selasa, 22 Mei 2018 / 23:10 WIB
Kata Darmin soal tingginya nilai impor
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Menperin Airlangga Hartarto


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada April 2018, naik tajam mencapai US$16,09 miliar atau naik sebesar 11,28% dibandingkan Maret 2018. Meski demikian, kondisi ini bisa diindikasikan ekonomi tengah membaik.   

Menteri koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan nilai impor barang konsumsi hanya sebesar 9% sampai 10%. Nah, dalam empat bulan terakhir komposisi impor dengan pertumbuhannya tinggi komposisinya tidak berubah. “Kira-kira 10% konsumsi, 20% barang modal, 70% bahan baku,” ujarnya, Selasa (22/5).

Rinciannya, impor nonmigas April 2018 mencapai US$13,77 miliar atau naik 12,68 % dibanding Maret 2018. Jika dibandingkan April 2017, angka ini meningkat 33,69 %.

Sementara nilai impor migas April 2018 mencapai US$2,32 miliar atau naik 3,62 % dibanding Maret 2018 dan naik 40,89 % dibanding April 2017.

Peningkatan impor nonmigas terbesar April 2018 dibanding Maret 2018 adalah golongan mesin dan peralatan listrik US$315,3 juta (20,87 %), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar US$47,7 juta (36,55 %).

Dengan demikian, Darmin memprediksikan akan terjadi kenaikan pada imported inflation. Namun, hal tersebut tidak perlu di khawatirkan meski nilai tukar rupiah sudah terdepresiasi sebesar 5%.

“Jangan pernah membayangkan imported inflation itu besar. Karena kalau 5% depresiasi, itu berapa persen dampaknya di dalam harga masing-masing barang yang di ukur inflasinya, karena tidak semua barang di ukur inflasinya. Jangan lupa itu. Tapi lebih baik kita tunggu berapa datanya daripada nebak-nebak,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×