kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kasus Miranda Terkuak, Ada Pengembalian Uang Sebanyak Rp 8,14 miliar


Jumat, 19 Maret 2010 / 17:03 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Kalau kasus sudah terungkap, baru orang ramai-ramai mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi. Ini terjadi dalam kasus aliran dana pemilihan Deputi Gubernur BI Miranda Swaray Gultom. Terdakwa dan saksi dalam kasus ini pun mengembalikan aliran dana yang diduga merupakan hasil suap untuk memenangkan Miranda menjadi petinggi bank sentral.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, total pengembalian uang dalam kasus ini berjumlah sekitar Rp 8,14 miliar. "Dikembalikan pada saat kasus ini diselediki," ujar Johan di kantornya, Jumat (19/3).

Pengembalian ini dilakukan oleh empat orang terdakwa yang kasusnya kini sedang berjalan di pengadilan. Dari anggota Fraksi PDI Perjuangan Dudie Mahmun Murod, ada pengembalian uang sebanyak Rp 1,9 miliar. Untuk kasus mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Hamka Yandhu ada pengembalian uang sebesar Rp 2,74 milar. Untuk kasus mantan Anggota DPR Udjhu Djauheri dari Fraksi TNI Polri sebesar Rp 2 miliar, dan kasus mantan Anggota DPR dari Fraksi PPP Endin Sofieara sebesar Rp 1,5 miliar.

Untuk orang-orang yang mengembalikan uang ini tidak akan otomatis menjadi tersangka. Johan mengatakan, perlu bukti untuk menjerat orang yang mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×