kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Kardinal Suharyo Ingatkan Soal Kerusakan Hutan di Momen Natal


Kamis, 25 Desember 2025 / 21:28 WIB
Kardinal Suharyo Ingatkan Soal Kerusakan Hutan di Momen Natal
ILUSTRASI. Suksesi Paus/Kardinal Suharyo (REUTERS/Hannah McKay). Kardinal Suharyo soroti isu lingkungan dalam pesan Natal 2025, menekankan pentingnya kajian dampak lingkungan dalam izin hutan.


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momen Natal 2025 menjadi refleksi bagi berbagai persoalan kemanusiaan dan lingkungan.

Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menyoroti maraknya kerusakan hutan yang dapat memicu perubahan ekosistem dan berdampak pada kehidupan banyak orang.

“Kalau hutan ditebang dan diganti dengan apa pun, misalnya tambang, itu artinya ekosistem dunia ikut berubah,” ujar Kardinal Suharyo usai memimpin Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga: Tips Merayakan Natal Tanpa Repot, Fokus Berbagi dan Kebersamaan

Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penerbitan izin pembalakan hutan. Menurutnya, setiap izin harus melalui kajian dampak lingkungan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Siapa yang menandatangani izin menebang hutan? Ketika izin itu diberikan, apakah analisis lingkungan sudah dilakukan? Atau hanya karena ‘wani piro’?” ucapnya, mengkritisi potensi praktik transaksional dalam pengelolaan hutan.

Kardinal menyebut kerusakan lingkungan sejatinya akan memukul masyarakat kecil yang tidak memiliki kekuatan untuk menolak. Ia menegaskan bumi adalah tempat hidup bersama yang harus dijaga, bukan dirusak demi kepentingan pihak tertentu.

“Kalau negara yang kuat dan kaya merusak hutan, maka yang menjadi korban adalah saudara-saudara kita yang tidak berdaya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sekalipun legalitas izin pembalakan memenuhi aturan, hal itu tetap salah jika diperoleh dengan cara yang curang dan merugikan lingkungan.

Baca Juga: 7 Negara Terbaik untuk Liburan Natal: Jepang hingga Islandia Semua Penuh Keajaiban

“Kerusakan yang disebut legal, kalau legalitasnya diperoleh secara tidak benar, tetap saja buruk,” ujarnya.

Dalam pesan Natalnya, Keuskupan Agung Jakarta menyampaikan harapan agar para pemimpin negara dapat menjalankan mandat rakyat dengan penuh tanggung jawab.

“Harapannya sederhana: para pemimpin yang memanggul mandat warga berdaulat bekerja sebaik-baiknya demi kesejahteraan dan kebaikan bersama,” tutup Kardinal Suharyo.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2025/12/25/15224291/momen-natal-2025-uskup-agung-jakarta-soroti-penebangan-hutan-dan-dampaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×