kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Kadin minta sejumlah insentif untuk menekan dampak corona di dunia usaha


Rabu, 11 Maret 2020 / 17:48 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani di Jakarta, Kamis (10/10)


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta insentif terkait penyebaran virus corona (COVID-19). Sebelumnya, COVID-19 juga menekan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan insentif untuk membuat ekonomi lebih baik.

"Kita ajukan usulan bagaimana pemotongan pajak pegawai (PPh 21) ditunda dulu sehingga membantu daya beli. Kami ajukan usulan PPh 25, corporate tax bisa ditangguhkan selama enam bulan," ujar Ketua Kamar Dagang (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, di Kantor Presiden, Rabu (11/3).

Baca Juga: Dampak wabah virus corona, investor asing siap-siap hengkang dari China

Hal itu untuk menjaga arus kas dari industri ke depan. Pasalnya ada sejumlah industri yang terdampak langsung akibat dari COVID-19.

Rosan bilang penundaan tersebut bukan merupakan pembebasan PPh 21. Meskipun pembebasan akan lebih disenangi dunia usaha, tetapi akan memberikan tekanan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Dampak virus corona, bahan baku sejumlah industri ini mulai menipis




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×