kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kadin curhat ke Jokowi terkait daya beli lesu


Jumat, 27 Oktober 2017 / 10:51 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Kamis (26/10) malam, berkeluh kesah kepada Presiden Joko Widodo soal kondisi ekonomi terkini di Istana Merdeka. Salah satu topik mengemuka dalam pertemuan berdurasi 3,5 jam tersebut, soal pelemahan daya beli masyarakat.

Rosan Roeslani, Ketua Kadin mengatakan, dalam forum tersebut, Kadin usul ke presiden agar daya beli masyarakat bisa diperbaiki. Jalan yang mereka tawarkan, bebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam waktu tertentu untuk merangsang masyarakat membelanjakan uang mereka.

"Usulan kami, yang bebaskan PPn selama seminggu biar orang belanja tidak dipotong PPN," katanya, Kamis (26/10) malam.

Usulan kata Rosan diajukan karena pengusaha melihat masyarakat cenderung kurang percaya diri dalam membelanjakan uang mereka. Masalah tersebut tercermin dari simpanan masyarakat di bank. "Uangnya banyak, masalahnya tapi bukan di situ, tidak mau spending saja," katanya.

Rosan mengakui, penurunan PPN akan berdampak terhadap penerimaan negara. Tapi dampak tersebut tidak akan sebesar efek berganda yang bisa ditimbulkan oleh pembebasan PPN tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×