kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Kadin curhat ke Jokowi terkait daya beli lesu


Jumat, 27 Oktober 2017 / 10:51 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Kamis (26/10) malam, berkeluh kesah kepada Presiden Joko Widodo soal kondisi ekonomi terkini di Istana Merdeka. Salah satu topik mengemuka dalam pertemuan berdurasi 3,5 jam tersebut, soal pelemahan daya beli masyarakat.

Rosan Roeslani, Ketua Kadin mengatakan, dalam forum tersebut, Kadin usul ke presiden agar daya beli masyarakat bisa diperbaiki. Jalan yang mereka tawarkan, bebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam waktu tertentu untuk merangsang masyarakat membelanjakan uang mereka.

"Usulan kami, yang bebaskan PPn selama seminggu biar orang belanja tidak dipotong PPN," katanya, Kamis (26/10) malam.

Usulan kata Rosan diajukan karena pengusaha melihat masyarakat cenderung kurang percaya diri dalam membelanjakan uang mereka. Masalah tersebut tercermin dari simpanan masyarakat di bank. "Uangnya banyak, masalahnya tapi bukan di situ, tidak mau spending saja," katanya.

Rosan mengakui, penurunan PPN akan berdampak terhadap penerimaan negara. Tapi dampak tersebut tidak akan sebesar efek berganda yang bisa ditimbulkan oleh pembebasan PPN tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×