kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kabinet Jokowi-JK maksimal diduduki 34 menteri


Selasa, 02 September 2014 / 20:24 WIB
ILUSTRASI. Menurut data bea cukai, perusahaan China mengirimkan senapan CQ-A ke perusahaan Rusia Tekhkrim pada Juni 2022. Aleksey Druzhinin/Kremlin via REUTERS


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan susunan kabinetnya pada 15 September 2014 nanti. Menurut salah satu anggota tim transisi Andi Widjojanto jumlah menteri yang akan ditunjuk Jokowi tidak akan lebih dari 34 menteri.

Andi juga bilang, pihaknya memang memiliki opsi untuk melakukan perampingan jumlah kabinet. Terkait dengan hal tersebut, Andi bilang jumlah menteri paling sedikit 20 orang. "Semua opsi itu akan diputuskan sendiri oleh Jokowi," ujar Andi, Selasa (2/9) di Jakarta.

Kalaupun terjadi perampingan kabinet, Jokowi belum tentu akan melakukannya di awal pemerintahan. Sebab, pemikiran untuk melakukannya secara bertahap menyesuaikan dengan anggaran dan kesiapan. Nah, opsi-opsi itu yang nantinya akan diputuskan sendiri oleh Jokowi sebagai presiden. 

Selain soal jumlah menteri, Andi juga bilang ada usulan untuk menunjuk lima menteri koordinatos. Dengan kata lain, jumlah menko akan lebih banyak dibandingkan di masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sayang, Andi tidak merinci menteri koordinator apa saja yang akan dibentuk nanti. Yang pasti menteri koordinator bidang perekonomian, menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat, dan menteri koordinator politik hukum dan HAM akan tetap dipertahankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×