kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.508   8,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kabar Gembira, DJP Tegaskan Tiket Konser Musik Tak Kena PPN 12%


Minggu, 22 Desember 2024 / 15:24 WIB
Kabar Gembira, DJP Tegaskan Tiket Konser Musik Tak Kena PPN 12%
ILUSTRASI. Suasana konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Tiket konser bukan tergolong yang terkena PPN. (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa tiket konser tidak akan terkena dampak penyesuaian tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025.

Hal ini dikarenakan pungutan pajak tersebut bukanlah kewenangan pemerintah pusat sehingga tidak dikenakan PPN.

Dalam keterangan resminya, DJP menjelaskan bahwa atas transaksi penjualan tiket konser musik dan sejenisnya, bukan merupakan objek PPN, melainkan pajak daerah.\

Baca Juga: Siap-Siap Linkin Park Konser di Jakarta, Ini Harga Tiket Termurah Sampai Termahal

Tiket konser musik termasuk dalam objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang diadministrasikan oleh pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Dalam UU HKPD, pajak hiburan termasuk dalam PBJT yang dikenakan tarif sebesar 10%. Adapun pajak konser sendiri masuk dalam kategori jasa kesenian dan hiburan yang meliputi pergelaran kesenian, musik, tari dan/atau busana. Dengan begitu, pajak konser sendiri ditetapkan tarif paling tinggi sebesar 10%, bukan sebesar 40%.

Pasalnya, tarif paling rendah 40% dan paling tinggi maksimal 75% hanya dikhususkan kepada tarif PBJT atas jasa hiburan pada diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×