kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jusuf Kalla: Kalau tak ada UN, lulus sekolah pakai rumus dongkrakan


Kamis, 05 Desember 2019 / 14:03 WIB
Jusuf Kalla: Kalau tak ada UN, lulus sekolah pakai rumus dongkrakan
ILUSTRASI. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan saat sesi wawancara khusus dengan Antara di Jakarta, Kamis (17/10/2019). Menurut Jusuf Kalla, UN masih relevan diterapkan karena menjadi tolok ukur kualitas pendidikan di Indonesia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho

Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi

Perlu evaluasi UN 
Menurut JK, UN memang harus dievaluasi setiap tahunnya, namun yang harus diperbaiki itu adalah hasil pendidikannya. "Hasil pendidikannya yang harus dievaluasi," kata JK.  

"Sekarang saja seketat itu hasil pendidikan kita masih kalah dari negara lain, apalagi kalau dibebaskan," lanjut JK. 

Jusuf Kalla baru saja mendapat anugerah doktor honoris causa dari UNP atas jasa-jasanya dalam bidang penjaminan mutu pendidikan. Salah satunya adalah dalam mengawal dan menggagas pelaksanaan UN yang dimulai sejak 2003 lalu. 

Baca Juga: Ikatan Guru minta Nadiem Makarim prioritaskan anggaran untuk ketersediaan guru

Ma'ruf Amin tak masalah UN dihapus 
Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden Ma'ruf Amin tak mempermasalahkan bila Ujian Nasional (UN) dihapuskan. Namun, ia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencari penggantinya. 

Sebab, kata Ma'ruf, pemerintah tetap memerlukan acuan untuk mengetahui kualitas pendidikan nasional. Selama ini, pemerintah menggunakan nilai UN sebagai acuan. (Kontributor Padang, Perdana Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jusuf Kalla: Kalau Tak Ada UN, Lulus Sekolah Pakai Rumus Dongkrakan..."




TERBARU

Close [X]
×