kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jubir: Soal PKS, SBY tunggu waktu yang tepat


Senin, 24 Juni 2013 / 21:11 WIB
ILUSTRASI. Alpukat efektif mengatasi diabetes dan obesitas.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menunggu waktu yang tepat untuk menentukan sikap terkait keberadaan Partai Keadilan Sejahtera di dalam koalisi.

Ada yang disebut timing, kata Julian di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (24/6/2013), ketika ditanya bagaimana sikap Presiden terkait keberadaan PKS di koalisi dan tiga menteri PKS.

Julian mengatakan, sesuai code of conduct koalisi, jika ada perbedaan pandangan parpol koalisi yang tidak bisa disatukan, maka koalisi parpol tersebut sudah berakhir. Hanya, mengenai keputusan terkait posisi menteri, katanya, merupakan hak prerogatif Presiden.

Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring secara terpisah membantah isu yang beredar bahwa ada menteri asal PKS yang akan mundur. Adapun mengenai reshuffle, pihaknya menyerahkan kepada Presiden.

Seperti diberitakan, isu reshuffle semakin kencang pasca-diputuskannya kenaikan harga premium dan solar. Selama pembahasan di DPR, Fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Bahkan, kader PKS sampai menggelar unjuk rasa. (Sandro Gatra/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×