kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jubir Satgas Covid-19: Masih perlu waktu untuk melihat dampak pelaksanaan PPKM


Kamis, 28 Januari 2021 / 21:53 WIB
Jubir Satgas Covid-19: Masih perlu waktu untuk melihat dampak pelaksanaan PPKM
ILUSTRASI. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan masih diperlukan waktu untuk melihat dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) periode pertama  yang sudah diterapkan di sejumlah wilayah. Hal ini diungkapkannya dari hasil evaluasi berbagai indikator PPKM, seperti kasus aktif, kematian, kesembuhan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR), hingga tren kepatuhan protokol kesehatan.

"Secara umum, evaluasi dari indikator ini, masih diperlukan waktu untuk melihat dampak pelaksanaan PPKM, minimal pada akhir Januari atau awal Februari 2021," ujar Wiku dalam konferensi pers, Kamis (28/1).

Wiku menerangkan, hingga 24 Januari 2021, tren kasus aktif di 77 kabupaten/kota masih ada 64 kabupaten/kota yang mencatat peningkatan persentase kasus aktif. Untuk tren kematian di 77 kabupaten/kota, terdapat 54 kabupaten/kota yang mengalami penurunan persentase angka kematian.

Sementara, untuk tren kesembuhan, 21 kabupaten/kota mengalami kenaikan kesembuhan, berbanding lurus dengan peningkatan persentase kasus aktif. Secara umum, tren angka kesembuhan menurun. 

Baca Juga: Kasus corona di Indonesia makin menjadi, begini saran beberapa pengusaha

Dari indikator tren BOR, 47 kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM mengalami angka keterpakaian tempat tidur yang menurun. "Secara umum, kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM di Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, ini mengalami penurunan persentase BOR pada masa PPKM. Namun, angkanya masih perlu ditekan agar bisa lebih rendah daripada 70%," kata Wiku.

Lalu, tren kepatuhan protokol kesehatan, Wiku menyebut di 77 kabupaten/kota terdapat peningkatan jumlah orang yang dipantau, jumlah orang yang ditegur, dan persentase orang yang ditegur selama masa PPKM.  

Lebih lanjut, Wiku juga menjabarkan tentang perkembangan kasus aktif di tujuh provinsi yang melaksanakan PPKM. Menurut dia, terdapat fluktuasi dari jumlah kasus aktif. Bahkan, terdapat peningkatan pada minggu kedua pelaksanaan PPKM di empat provinsi, yaitu di Banten, DIY, Jawa Tengah, dan Bali.

Baca Juga: Kasus Covid-19 tembus 1 juta, sejumlah pengusaha menilai lockdown bukan solusi tepat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×