kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.047   -30,00   -0,17%
  • IDX 5.697   -143,05   -2,45%
  • KOMPAS100 753   -18,66   -2,42%
  • LQ45 568   -13,29   -2,29%
  • ISSI 199   -3,96   -1,95%
  • IDX30 321   -7,15   -2,18%
  • IDXHIDIV20 397   -9,21   -2,27%
  • IDX80 85   -2,02   -2,31%
  • IDXV30 108   -3,35   -3,00%
  • IDXQ30 104   -2,22   -2,09%

Jokowi sampaikan 3 upaya pemulihan ekonomi pada KTT IMT-GT


Kamis, 28 Oktober 2021 / 20:48 WIB
ILUSTRASI. Jokowi sampaikan 3 upaya pemulihan ekonomi pada KTT IMT-GT


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

Jokowi juga menyatakan dukungan Indonesia terhadap penyusunan cetak biru implementasi IMT-GT 2022-2026. Sehingga nantinya kerja sama dapat didorong lebih kuat ke depan.

Untuk diketahui, tahun ini adalah tahun terakhir pengimplementasian cetak biru IMT-GT periode 2017-2021. Dalam periode tersebut, pandemi Covid-19 menjadi tantangan selama hampir dua tahun dan mempengaruhi Gross Domestic Product (GDP) subkawasan.

Meski demikian, saat ini angka penyebaran virus Covid-19 sudah mulai dapat ditekan dan pemulihan ekonomi juga sudah mulai tampak. Oleh karena itu, komitmen agar pelaksanaan cetak biru 2022-2026 dapat berjalan baik dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi harus terus ditingkatkan mengingat GDP IMT-GT telah meningkat 20% pada periode 2015-2019.

Baca Juga: Penuhi kebutuhan test, Kemenkes identifikasi daerah yang belum punya mesin PCR

"Dalam periode tersebut, Indonesia telah mencoba berkontribusi antara lain melalui pembangunan konektivitas fisik subkawasan senilai US$ 17,9 miliar dan dukungan proyek-proyek antara lain Bengkulu Digital and Tourism Village, Aceh Investment Sport, Batam Green City Initiative, dan sejumlah proyek-proyek lainnya," jelasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Selanjutnya: Kebut vaksinasi luar Jawa-Bali, peran swasta dibutuhkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×