kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.936   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Jokowi larang menteri keluarkan kebijakan strategis, simak pandangan ekonom


Selasa, 06 Agustus 2019 / 23:23 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Berbicara soal masa transisi, bisa berbicara pula soal tim ekonomi yang baru. Menurut Bhima, tim ekonomi yang dibutuhkan oleh Indonesia ke depan adalah tim ekonomi yang bisa mengeluarkan kebijakan yang efektif. 

Baca Juga: Presiden Jokowi tandatangani Inpres moratorium izin hutan

"Ya kita membutuhkan tim ekonomi yang fresh, yang tidak perlu jor-joran sampai 16 paket baru. Cukup pertajam saja apa yang sudah ada, tapi hasilnya langsung bisa dirasakan," kata Bhima. 

Tim ekonomi juga menurutnya perlu diisi lebih banyak profesional, akademisi, dan birokrat yang berpengalaman, serta memiliki integritas dan rekam jejak yang baik, tidak ada namanya di daftar KPK, dan juga yang bisa berkomunikasi dengan baik.

Bila menurut Dian Ayu, tim ekonomi yang cocok untuk Indonesia ke depan adalah mereka yang bisa berpikir secara jangka panjang terkait hal yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah struktural, seperti defisit transaksi berjalan. 

Baca Juga: Pengusaha optimistis pemerintah terapkan kebijakan strategis untuk perbaikan ekonomi

Selain itu, adanya koordinasi antar kementerian juga perlu ditingkatkan agar kebijakan ekonomi menjadi lebih tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×