kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.887   40,00   0,22%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Jokowi: Kita mulai kampanye di tempat bersejarah


Minggu, 16 Maret 2014 / 11:58 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Puluhan orang mendatangi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/3). Mereka berorasi menyatakan dukungan kepada Jokowi yang diusung PDI Perjuangan menjadi capres.

Pantauan Kompas.com, Jokowi yang mengenakan kemeja putih bercelana panjang hitam itu keluar dari rumah dinasnya dan bertemu dengan puluhan pendukungnya itu. Jokowi juga menyempatkan diri bersalaman dengan warga yang tengah berolah raga di Taman Suropati.

Beberapa pendukung mengalungkan bunga kepada Jokowi. Warga juga mengerubuti Jokowi sambil bersalaman dan meminta foto.

"Jokowi siapa yang punya? Jokowi siapa yang punya? Jokowi siapa yang punya? Yang punya kita semua," begitu mereka menyanyi.

Setelah berkeliling, dihadapan warga dan pendukungnya, Jokowi menyatakan akan memulai melakukan kampanye untuk PDI-P. Jokowi lantas memimpin doa bersama sebelum memulai kampanye.

Politisi PDI-P ini menyatakan akan memulai kampanye di tempat bersejarah. "Kita memang ingin memulai kampanye dengan melihat jejak sejarah bangsa kita," ujar Jokowi.

Adapun rute kampanye yang akan dipilih, dimulai dari Gedung Budi Utomo - Gedung Sumpah Pemuda - Gedung BPUPKI - Gedung Pola - Pasar Tradisional dekat dengan Gedung Pola - dan terakhir siang harinya di Gedung Cendrawasih, Jakarta Barat. (Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×