kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Inflasi Inti Jadi Penyumbang terbesar Inflasi Juli 2026


Senin, 03 Agustus 2026 / 13:08 WIB
Inflasi Inti Jadi Penyumbang terbesar Inflasi Juli 2026
ILUSTRASI. Inflasi inti memberi andil inflasi terbesar pada Juli 2026. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IKH) mencatatkan inflasi secara tahunan sebesar 2,88% year on year (yoy). Inflasi ini tercatat lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 3,34% yoy, namun lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang sebesar 2,37% yoy.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, bila dilihat secara tahunannya, inflasi Juli 2026 menurut komponen inti mengalami inflasi 2,76% yoy. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar yakni 1,76% yoy.

“Adapun komoditi yang memberikan andil dominan pada inflasi inti adalah emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, dan biaya akademi/perguruan tinggi,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Impor Konsumsi, Bahan Baku, dan Barang Modal Meningkat pada Juni 2026

Selanjutnya adalah komponen harga diatur pemerintah mencatatkan inflasi sebesar 3,58% yoy, dengan andil inflasi 0,70%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen ini adalah bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), dan bahan bakar rumah tangga.

Terakhir, adalah komponen bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 2,52% yoy dengan andil inflasi 0,42% yoy. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras, daging ayam ras, cabai merah, dan daging sapi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×