kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Jokowi ingin investasi mendorong ekonomi, berikut saran Apindo untuk BKPM


Jumat, 12 Maret 2021 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani pengurusan perizinan usaha di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di Gedung BKPM


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera merespon arahan Presiden dengan menyiapkan insentif selain yang sudah ditentukan dalam Perpres 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. “Kami akan usulkan insentif bagi perusahaan yang melakukan kemitraan dengan pelaku lokal,” katanya.

Adapun dalam Perpres 10/2021, sudah ditentukan bahwa para investor yang mengucurkan modal ke dalam negeri berhak atas insentif berupa tax holiday, tax allowance, investment allowance sampai bebas bea masuk untuk impor mesin dan peralatan untuk pembangunan pabrik di Indonesia.

Baca Juga: BKPM sebut Frisian Flag Indonesia lakukan penambahan investasi sebesar Rp 3,8 triliun

Sebelumnya, Presiden Jokowi mendesak BKPM untuk mengakselerasi pertumbuhan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini ditargetkan sampai 5,5%, artinya kita harus mengembalikan pertumbuhan yang sebelumnya -2,19% menjadi plus 5%, ini kuncinya ada di pak Bahlil, kepala BKPM,” ujar Presiden saat membuka Rapat Kerja Nasional HIPMI, Jumat (5/3) lalu.

Oleh karena itu, Presiden menginginkan BKPM agar lebih jeli melihat peluang investasi. Sebab menurut Jokowi banyak peluang investasi yang sangat terbuka yang dapat memberikan efek terhadap aspek ekonomi lainnya seperti pembukaan lapangan pekerjaan sampai berpotensi mengerek kesejahteraan masyarakat.

“Saya selalu titip kepada Kepala BKPM agar bisa menyambungkan, mempartnerkan investor, baik investor asing besar dan dalam negeri, untuk bisa berpartner dengan pengusaha HIPMI dan daerah. Ini sudah saya perintah,” sambung Presiden.

Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah turut membuka lebar kesempatan investasi di sektor inovasi dan teknologi.

Ini diperlukan bukan hanya untuk meningkatkan investasi nasional, melainkan juga kapabilitas nasional di bidang inovasi dan teknologi serta dapat membantu mempercepat proses transfer of knowledge and technology.

Secara khusus Presiden mengimbau agar investasi di bidang ini dapat ditangkap peluangnya untuk kemudian dilakukan kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×