kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Jokowi dan Puan lebih diinginkan pimpin PDIP


Senin, 15 Desember 2014 / 16:34 WIB
ILUSTRASI. 5 Makanan Penetralisir Usai Makan Daging Kambing


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Hasil survei Cyrus Network, masyarakat menginginkan regenerasi kepemimpinan di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dua politisi muda PDI-P, Joko Widodo dan Puan Maharani lebih diinginkan publik untuk menjadi ketua umum periode selanjutnya dibandingkan Megawati Soekarnoputri yang telah memimpin PDI-P selama beberapa periode.

Berdasarkan survei Cyrus Network yang dilakukan pada 1-7 Desember 2014, jika Megawati tak diikutsertakan dalam kompetisi, maka Jokowi mendapatkan dukungan dari 29,3% responden. Puan Maharani berada pada peringkat kedua dengan 24,5% dan Ganjar Pranowo berada pada peringkat ketiga dengan 12,4%.

Saat Megawati diikutkan dalam kompetisi, Jokowi tetap ungul dengan dukungan sebanyak 26,1 responden. Puan juga masih berada pada urutan kedua dengan 18,6%. Nama Megawati baru muncul di peringkat ketiga dengan 16,7%.

Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan, hasil survei ini menunjukkan bahwa Megawati harus segera menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada tokoh PDI-P yang lebih muda. Dukungan publik terhadap Megawati, menurut dia, sangat minim.

"Kalau Megawati kalah dari Jokowi yang sekarang jadi Presiden, masuk akal, tapi kalau kalah dengan Puan enggak masuk akal," kata Hasan saat merilis hasil survei di Jakarta, Senin (15/12/2014) siang.

Politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang hadir dalam rilis survei tersebut mengatakan, survei yang dilakukan Cyrus ini lebih melihat partai dari ketokohan, bukan sistem yang dibangun.

"Saya nggak suka pendekatan seperti ini, seolah yang kita butuh tokoh bukan sistem. Ini enggak sehat untuk partai," ujar Eva.

Responden survei ini adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Jumlah responden 1220 orang tersebar secara proporsional pada 122 desa/kelurahan terpilih di 33 provinsi di Indonesia. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dengan margin of eror plus minus 3,1%. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×