kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jokowi buka peluang kenaikan harga BBM subsidi


Kamis, 14 Agustus 2014 / 16:17 WIB
ILUSTRASI. Teliti saat Membeli Baju Thrift, Ini Bahaya Jika Sembarangan Beli Baju Bekas.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla membuka peluang untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan itu dilakukan untuk mengurangi beban subsidi yang semakin membesar pada masa pemerintahannya nanti.

Namun agar tidak berdampak banyak kepada kehidupan masyarakat, mereka akan mempertimbangkan beberapa hal. Deputi Tim Transisi Jokowi-JK Andi Widjajanto mengatakan, tiga pertimbangan yang dipakai salah satunya adalah waktu sosial.

Berkaitan dengan pertimbangan tersebut, pasangan Jokowi dan JK akan menghindari kenaikan harga BBM pada bulan Desember, Januari, atau saat bulan di mana tingkat inflasi tinggi. "Selain pertimbangan tersebut pak Jokowi- JK juga akan mempertimbangkan waktu ekonomi makro dan juga waktu politik," kata Andi ketika ditemui KONTAN di Rumah Transisi Jokowi-JK, Kamis (14/8).

Selain membuka kemungkinan kenaikan harga BBM, Andi juga mengatakan bahwa pasangan Jokowi- JK juga berpeluang untuk melanjutkan dan bahkan memperluas kebijakan pelarangan solar dan BBM bersubsidi. Langkah ini dilakukan supaya kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan pada pemerintahan Jokowi- JK nanti tidak jebol. "Kalau pelarangan yang sekarang efektif akan diterapkan di kota besar lainnya," kata Andi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×