kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

CT: Pengurangan BBM subsidi baru wacana Pertamina


Minggu, 20 Juli 2014 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Haid Tidak Lancar? Yuk Kenali Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri koordinator bidang perekonomian Chaerul Tanjung (CT) mengaku sampai saat ini pemerintah belum memutuskan rencana pengurangan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Rencana pengurangan pasokan, menurut CT, baru berasal dari Pertamina selaku perusahaan yang mendistribusikan BBM subsidi.

CT bilang pemerintah belum memutuskan pengurangan pasokan tersebut. Apalagi pemerintah berkomitmen memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kalau ada kemungkinan konsumsi BBM akan melebihi kuota 46 juta kilo liter, itu akan dibicarakan," ujarnya, Jumat (19/7) di Jakarta.

Menurutnya boleh saja Pertamina mengurangi distribusi BBM bersubsidi, asal masyarakat kebutuhannya terpenuhi. Secara filosofis, menurut CT masalah kuota BBM bersubsidi bisa dikendalikan dengan dua cara, kalau tidak mengurangi kebutuhan dan dengan mengurangi suplai.

Hanya saja, menurutnya semua opsi harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat banyak. Ia berjanji akan segera membicarakan dengan Pertamina, langkah apa yang bakal diambil. Sementara itu, untuk kebutuhan selama lebaran dan hari raya, CT memastikan tidak ada pengurangan. "Saya sudah sampaikan ke Pertamina, untuk lebaran tidak boleh ada pengurangan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×