kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

JK minta Menteri Basuki susun standardisasi bangunan perumahan


Selasa, 22 Januari 2019 / 15:05 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk menyusun standardisasi untuk bangunan perumahan.

Tujuannya, agar ada pertumbuhan di sektor industri. "Agar ke depan peningkatan di sektor konstruksi juga dibarengi dengan sektor industri," jelasnya di Hotel Kempinski, Selasa (22/1).

"Saya selalu sampaikan kepada Pak Menteri PU untuk bikin standardisasi rumah seperti untuk piala, jendelanya dan segala macamnya," tambah JK.

Menurutnya, selain positif untuk industri, standardisasi rumah ini juga bisa membuat pembangunan rumah dengan baik, cepat dan murah. Jadi, jika ingin membangun rumah tinggal membeli komponennya dari industri.

"Orang tinggal membeli komponen, artinya rumah hasil dari industri bukan lagi hasil dari kerja tukang," tutur dia.

Apalagi di negara-negara lain sudah menerapkan lebih dulu terkait standarisasi perumahan. Sehingga tak heran, di luar negeri membangun rumah hanya butuh waktu beberapa bulan.

Atas hal ini Menteri PUPR Basuki mengaku standardisasi ini merupakan pekerjaan rumah bagi BP Tapera. Tapi ia mengaku, hal ini memang sedang di bahas di bagian Litbang Kementerian PUPR.

Pihaknya pun sudah mempersiapkan beberapa model. Hal tersebut untuk mengantisipasi keinginan masyarakat. "Karena culture kita juga tidak suka yang standar makanya kita siapkan beberapa model nanti," tandas Basuki.

Ia juga melanjutkan, sejatinya standarisasi ini diperlukan karena mengingat jumlah rumah yang harus dibangun itu banyak dan tidak bisa dipenuhi dengan cepat dan kualitas yang sama.

Makanya, Wapres meminta untuk adanya standardisasi. "Kalau tidak (standardisasi) nanti tidak bisa cepat pengerjaannya dan kualitasnya baik dan sama," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×