kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

JK akui ponakannya bertemu dengan Bos Freeport


Selasa, 22 Desember 2015 / 22:38 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengaku sudah tahu, keponakannya Erwin Aksa telah bertemu dengan bos Freeport, bos Freeport, James R Moffet alias Jim Bob.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

Erwin adalah putra dari Aksa Mahmud yang merupakan pendiri perusahaan Bosowa, yang salah satu unit usahanya adalah produksi semen.

Jusuf Kalla mengatakan rencananya kerjasama antara Erwin dan Freeport adalah terkait semen.

"Itu hanya pertemuan pengusaha dengan pengusaha, apa yang salah coba," kata Jusuf Kalla kepada wartawan, di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Pertemuan tersebut dipermasalahkan oleh sejumlah pihak, termasuk politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu.

Ia menyayangkan pertemuan tersebut, mengingat belum lama Setya Novanto lengser dari kursi ketua DPR, karena diam-diam meminta jatah ke bos Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin.

Masinton Pasaribu menuding Jusuf Kalla telah memanfaatkan kekuasaannya sebagai Wakil Presiden, untuk melanggengkan kerajaan bisnis keluarganya.

Jusuf Kalla menyayangkan, masih saja ada orang yang selalu curiga bila ada seorang pengusaha dalam negeri, bertemu dengan pengusaha dari luar negeri.

Ia menyebut, kecurigaan seperti itu seharusnya hanya terjadi di negara-negara komunis saja.

"Saya katakan, kita ini nanti seperti negara komunis, ketemu orang barat (tanya) ada apa ketemu?marah-marah. Nanti orang asing pengusaha sini takut ke sini," katanya.

Ia mengingatkan, bahwa permasalahan yang terjadi dengan Setya Novanto, bukan karena ia bertemu bos Freeport Indonesia.

Melainkan karena ia bertemu bos Freeport Indonesia, dan menjual nama Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden, untuk minta saham.

"Kan salahnya begitu kan, bukan ketemu dengan Maroef," katanya. (Nurmulia Rekso Purnomo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×