kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Minta Jemaah Jaga Kesehatan dan Hemat Tenaga


Selasa, 12 Mei 2026 / 15:23 WIB
Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Minta Jemaah Jaga Kesehatan dan Hemat Tenaga
ILUSTRASI. Layanan Kursi Roda Jemaah Haji (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji. Ia menegaskan, perhatian khusus perlu diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta atau kategori risiko tinggi.

Maria mengatakan kelompok tersebut diimbau untuk selalu berkoordinasi secara berkala dengan ketua regu, ketua rombongan, petugas kesehatan, maupun petugas sektor agar kondisi kesehatan mereka dapat terus terpantau.

“Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta atau resiko tinggi, kami mengingatkan agar selalu berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, petugas kesehatan maupun petugas sektor secara berkala,” tutur Maria dalam konferensi pers, Rabu (12/5/2026).

Baca Juga: Program SMK Go Global, Cak Imin Targetkan 500.000 Lulusan Masuk Pasar Kerja

Adapun ia juga menyampaikan, bahwa menjelang fase puncak haji seluruh jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga dan mengikuti seluruh arahan petugas. Menurutnya, pada puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, tapi juga membutuhkan kesiapan mental dan juga spiritual.

Karena itu, jemaah juga diimbau tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari.

“Utamakan kembali ibadah wajib, kemudian perbanyak istirahat, makan tempat waktu, cukup minum air putih, dan segera melapor kepada petugas apabila mengalami keluhan kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maria membeberkan, hingga saat ini layanan kesehatan kami terus berjalan dengan optimal. Petugas kesehatan Haji Indonesia juga terus melakukan pemantuan aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan kepada jemaah di hotel, di sektor, di klinik kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun fasilitas kesehatan rujukan yang disediakan.

Namun, keberhasilan menjaga kesehatan juga sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah dalam mengenali kondisi tubuh masing-masing, serta tingkat aktivitas yang dilakukan.

“Bapak dan Ibu sekalian, Kementerian Haji dan Umroh menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas Haji Indonesia yang sudah luar biasa terus bekerja tak mengenal lelah membelikan layanan terbaik kepada jemaah, baik di tanah air maupun di Arab Saudi,” tambahnya.

Baca Juga: Bank Permata Ingatkan Risiko Pelebaran Gap Asumsi Makro 2026, Perlu APBN Perubahan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×