kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Jelang nataru, Kemenhub mengimbau maskapai sediakan tiket dengan harga terjangkau


Jumat, 06 Desember 2019 / 18:32 WIB
Jelang nataru, Kemenhub mengimbau maskapai sediakan tiket dengan harga terjangkau
ILUSTRASI. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp;


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang penyelenggaraan angkutan natal dan tahun baru 2020, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengimbau maskapai penerbangan untuk menyediakan tiket terjangkau kepada masyarakat.

"Saya berharap para operator penerbangan, agar memberikan tarif  yang  terjangkau kepada calon pengguna transportasi udara  yang akan pulang kampung pada saat perayaan natal dan tahun baru," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti dalam keterangan tertulis,Jumat (6/12).

Baca Juga: Tol Japek II Elevated Waskita (WSKT) bakal munculkan sentra industri baru

Polana juga memastikan, Kemenhub akan mengawasi tarif tiket pesawat, untuk memastikan operator penerbangan tidak ada yang menjual tiket melebihi tarif batas atas (TBA) ataupun kurang dari tarif batas bawah (TBB).

Tak hanya maskapai penerbangan, Polana pun meminta masyarakat agar lebih cermat dan teliti dalam melihat jadwal rute, kelas penerbangan dan mengetahui apakah penerbangan yang dipilih langsung atau transit.

Baca Juga: Mulai tahun depan, Bandara Kertajati siap berangkatkan jamaah haji dan umrah

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, pada natal dan tahun baru periode ini, terdapat 495 unit pesawat udara yang tersedia, dimana pada pada 2019 diprediksi ada penurunan jumlah penumpang angkutan udara sebesar 8,40% dari 5,76 juta penumpang di 2018 menjadi 5,28 juta di 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×