kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Kiai Kafabihi Ingatkan Jemaah Haji Hindari Riya dan Ujub Saat Wukuf di Arafah


Rabu, 20 Mei 2026 / 19:41 WIB
Diperbarui Rabu, 20 Mei 2026 / 19:49 WIB
Kiai Kafabihi Ingatkan Jemaah Haji Hindari Riya dan Ujub Saat Wukuf di Arafah
ILUSTRASI. Suasana Masjidil Haram pada musim Haji 2026 (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Tim Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI yang juga pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus Ali mengingatkan sejumlah perkara yang bisa merusak pahala saat pelaksanaan wukuf di Arafah nanti. Menurut dia, perkara-perkara tersebut harus dihindari agar ibadah yang dilakukan jamaah haji bisa maksimal.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah perbuatan yang dapat merusak pahala ibadah, seperti riya atau sikap pamer agar ibadahnya dilihat dan dipuji orang lain. Selain itu, ia juga menyebut sifat ujub, yakni merasa diri paling hebat atau merasa memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain, sebagai sikap yang harus dihindari.

“Terus sifat sombong, takabur. Itu merupakan sifat al-muhlikat ya, sifat yang merusak pahala," ujar Kiai Kafabihi dalam acara Fadilah Amaliyah di Masyair Muqoddasah yang digelar di Mushala Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah di Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Pelayanan Jemaah Haji Berjalan dengan Baik, Pemerintah Fokus Pada Puncak Haji

Kiai Kafabihi melanjutkan, supaya ibadah di Arafah bisa diterima semaksimal mungkin maka jamaah haji harus memiliki sifat yang ikhlas.

"Apa pun yang terjadi kita terima dengan ikhlas ya, dengan sabar, dengan ridha. Kita harus husnudzon kepada Allah, jangan sampai kita suudzon atau berprasangka buruk kepada Allah," ujarnya.

Kiai Kafabihi juga mengimbau jamaah haji agar menghindari main handphone saaat wukuf mengingat waktu jam 12 hingga Maghrib itu pada Yaumul Arafah 9 Dzulhijjah tersebut adalah tempat sekaligus waktu yang mustajab. Oleh karena itu, jamaah mesti menggunakan sebaik-sebaiknya untuk doa, berzikir, atau baca shalawat.

"Kalau di Indonesia kan waktu yang mustajab itu malam hari. Kalau di tanah suci (saat wukuf di Arafah) adalah waktu yang mustajab dan tempat yang mustajab," katanya.

Kiai Kafabihi pun membagikan panduan doa saat jamaah haji melakukan wukuf di Arafah:

Zikir utamanya adalah tahlil: لا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. Lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Doa ini sangat mustajab, panjatkan dengan khusyuk hingga matahari terbenam.

"Gunakan untuk berdoa sebaik mungkin untuk mendoakan keluarga, diri sendiri, pemimpin, dan negara kita supaya semuanya menjadi lebih baik," tutur Kiai Kafabihi.

Baca Juga: Tinjau Sektor 10 Makkah, Wamenhaj Cek Langsung Kelaikan Akomodasi Jemaah

Berikut adalah beberapa pilihan bacaan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan saat wukuf di Arafah:

1. Dzikir Utama (Sayyidul Istighfar & Tahlil)

Bacaan ini merupakan dzikir terbaik yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu di hari Arafah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr(Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

2. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Doa ini mencakup segala permohonan kebaikan yang komprehensif:

اَللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَإِلَيْك مَآبِي وَلَك تُرَاثِياَللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ Allāhumma laka shalātī, wa nusukī, wa mahyāya, wa mamātī, wa ilayka ma'ābī, wa laka turātsī. Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābil qabri, wa waswasatis shadri, wa syattatil amrī(Artinya: Ya Allah, salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk-Mu. Hanya kepada-Mu tempat pulangku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya persoalan).

3. Doa Sapu Jagat

Doa yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Rabbanā ātina fid-duniyā ḥasanatan, wa fil-ākhirati ḥasanatan, wa qinā 'adzāban-nār(Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta pelihara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×