kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Jelang 500 Tahun, Jakarta Diprediksi Masih Jadi Penunjang Ekonomi Nasional


Jumat, 26 Juni 2026 / 21:03 WIB
Jelang 500 Tahun, Jakarta Diprediksi Masih Jadi Penunjang Ekonomi Nasional
ILUSTRASI. Foto udara halte transjakarta bundaran HI di Jakarta (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daerah Khusus Ibukota Jakarta diproyeksikan tetap akan menjadi penunjang ekonomi nasional di usianya yang akan genap lima abad. 

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet menegaskan Jakarta masih memiliki peran sentral dalam menunjang kegiatan ekonomi terutama di sektor perdagangan dan keuangan. 

"Perusahaan besar masih terpusat di Jakarta, pasar keuangan juga disini, aktivitas perdagangan hingga investasi masi terkonsentrasi di Jakarta," kata Yusuf pada Kontan.co.id, Jum'at (26/6/2026). 

Jelang perayaan ke 500 tahun, Jakarta bisa mendefinisikan ulang perannya melalui pengutan ekonomi dan menuju kota global. 

Baca Juga: Pemprov DKI Resmikan Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Target Rampung 2028

Yusuf juga melihat Jakarta masih memiliki peluang yang besar untuk menjadi pusat bisnis. Beberapa sektor yang diyakini akan terus berkembang yakni sektor jasa keuangan, ekonomi digital, pusat data, industri kreatif hingga bisnis berbasis inovasi. 

"Keunggulan Jakarta juga masih sulit ditandingi karena memiliki pasar yang besar, infrastruktur bisnis yang lengkap serta menjadi pintu masuk banyak investor ke Indonesia," terang Yusuf. 

Walau begitu, menurutnya ada beberapa persoalan struktural yang berpotensi menurunkan produktifitas kegiatan ekonomi. 

"Kemacetan, bajir, penurunan muka tanah, polusi, dan ketimpangan sosial itu bukan persoalan perkotaan, tapi sudah masalah ekonomi karena meningkatkan biaya dan menurunkan daya saing," tegas Yusuf. 

Baca Juga: Jakarta Siap Ubah Sampah Jadi Energi, Investasi Tembus US$ 1 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×