Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-499 Kota Jakarta. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir 2028.
Infrastruktur ini akan menjadi penghubung kawasan transit Dukuh Atas yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi publik di ibu kota.
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas transportasi publik.
Baca Juga: Celios: Imunitas Patriot Bond Berisiko Rusak Reputasi Indonesia
“Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik,” ujar Pramono, dalam siaran pers, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarmoda, tetapi juga akan membentuk wajah baru kawasan Sudirman-Dukuh Atas yang lebih modern, ramah pejalan kaki, dan terintegrasi.
Selain meningkatkan konektivitas transportasi, keberadaan Pedestrian Deck Dukuh Atas juga diharapkan dapat menghidupkan ruang publik serta mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, tingginya mobilitas pengguna transportasi publik di kawasan Dukuh Atas membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung perpindahan antarmoda secara lebih efektif.
“Hadirnya Pedestrian Deck Dukuh Atas akan memastikan konektivitas yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki saat bermobilitas antar-area dan berpindah moda transportasi publik,” paparnua.
Tuhiyat menambahkan, infrastruktur tersebut akan meningkatkan efisiensi perjalanan pengguna transportasi publik sekaligus mengedepankan aspek inklusivitas.
Pedestrian Deck Dukuh Atas juga dirancang dengan memperhatikan aspek aksesibilitas sehingga dapat digunakan secara aman, nyaman, dan setara oleh seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Berisiko Tekan Rupiah
“Selain meningkatkan kenyamanan mobilitas, infrastruktur ini akan menghadirkan perjalanan yang lebih efisien dan inklusif dengan memangkas waktu berjalan kaki hingga sekitar 7 menit serta mengurangi jarak tempuh hingga sekitar 400 meter saat berpindah antarmoda,” sebutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














