kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.972   59,00   0,33%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Interpol terbitkan Red Notice tiga pejabat Sinopec


Jumat, 17 Maret 2017 / 20:30 WIB


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, Interpol telah menerbitkan red notice terhadap tiga pejabat di PT West Point Terminal (WPT). Ketiga Warga Negara Asing (WNA) tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka penggelapan dana perusahaan oleh Polda Kepulauan Riau.

Tiga orang yaitu Zhang Jun(Direktur Keuangan PT WPT), Feng Zhigang (Eks Direktur Utama PT WPT) dan Ye Zhijun (Komisaris Utama PT WPT) diduga telah menggelapkan dana PT WPT senilai US$ 1,5 juta.“Kami telah menerima surat dari Interpol terkait status Red Notice tiga pejabat West Point Terminal. Saat ini status ketiga WNA tersebut adalah buron international,” ujar Boy Rafli, Jumat (17/3).

Boy menjelaskan, Kepolisian telah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional terkait pengungkapan dugaan tindak pidana penggelapan dana perusahaan oleh tiga pejabat West Point Terminal itu.

Dengan telah terbitnya Red Notice dari interpol yang berpusat di Lyon, Prancis ini penanganan kasus ini diharapkan segera tuntas.“Dengan dukungan Interpol, kami optimis kasus ini akan segera dapat dituntaskan. Interpol sudah menyebarkan data ketiga WNA itu ke seluruh negara anggota,” imbuh Boy.

PT WPT merupakan joint venture antara Sinomart KTS Development Limited, anak perusahaan Sinopec Group dengan kepemilikan 95% saham dan patner lokalnya PT Mas Capital Trust (MCT) yang memiliki 5% saham. Lewat WPT inilah Sinopec Group ingin membangun depo BBM di Batam dengan nilai investasi sebesar US$ 850 juta. Namun, sejak kesepakatan ditandatangani, termasuk ground breaking project dilakukan pada 2012, pembangunan depo minyak tersebut tidak berjalan.

Justru, tiga pejabat WPT yang merupakan perwakilan Sinomart melakukan penggelapan dana dan dilaporkan ke Polda Kepri oleh direksi WPT lainnya.“Kita berharap ketiga tersangka warga negara Tiongkok yang sudah diketahui identitasnya itu akan segera tertangkap. Polri sangat serius untuk menuntaskan kasus ini,” tegasnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×