kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Inilah Kesaksian Empat Nasabah Century soal Penyimpangan Bailout


Selasa, 16 Februari 2010 / 10:05 WIB
Inilah Kesaksian Empat Nasabah Century soal Penyimpangan Bailout


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pansus Century menemui keempat nasabah yang diduga memiliki rekening fiktif. Mereka membeberkan keterangan kepada pansus di Gedung Bank Mutiara.

Keempat nasabah itu adalah Lie Anna Puspasa yang diduga menerima aliran dana sebesar Rp 2,4 miliar, M. Linus yang diduga menerima Rp 1,3 miliar, M. Nizar Rp 1,4 miliar, dan Kasena Pandi yang menerima Rp 2 miliar.

Kasena Pandi yang bekerja sebagai karyawan swasta di PT Sinar Overindo mengaku membuka deposito di Bank Century pada 14 November 2008 atas nama atasannya. Menurut Kasena, deposito itu hanya memiliki jangka waktu satu bulan dan dicairkan pada 15 Desember 2008. "Itu atas nama atasan saya," ujarnya, Senin (16/2).

Adapun Nizar tidak bersedia menjelaskan dari mana asal muasal uang yang ia terima. Linus juga tidak bisa menjelaskan masalah aliran dana Century yang masuk ke rekeningnya pada tanggal 15 Desember 2008.

Idrus menilai bahwa kesaksian empat nasabah ini menunjukkan ada berbagai pola yang digunakan untuk memanfaatkan rekening nasabah. "Hasil temuan lapangan ini memperkuat temuan BPK kalau ada penyimpangan dalam aliran dana Bank Century," jelas Idrus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×