kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.945   -72,00   -0,42%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ini Prediksi 1 Syawal 1447 H, Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar 19 Maret


Rabu, 18 Maret 2026 / 08:10 WIB
Ini Prediksi 1 Syawal 1447 H, Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar 19 Maret
ILUSTRASI. Sidang isbat Idul Fitri 2026 digelar 19 Maret. Kemenag akan umumkan 1 Syawal 1447 H. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menjelang akhir Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat mulai mencari informasi terkait jadwal sidang isbat untuk penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Sidang isbat merupakan agenda penting yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) guna menentukan tanggal 1 Syawal 1447 H.

Oleh karena itu, kepastian hari raya Idul Fitri baru akan diumumkan setelah sidang ini dilaksanakan.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Lantas, kapan sidang isbat Idul Fitri 2026 digelar?

Jadwal sidang isbat Idul Lebaran 2026

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad menerangkan, sidang isbat penetapan Idul Fitri 1447 H bakal digelar pada 19 Maret 2026 atau bertepatan 29 Ramadhan 1447 H.

Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta mulai pukul 16.00 WIB.

Abu mengatakan, persiapan sidang isbat 1 Syawal 1447 H telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” terangnya dikutip dari laman Kemenag.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Anggaran MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Tak Dipangkas

Acara itu akan diawali dengan seminar posisi hilal dan dilanjutkan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah.

Setelah itu, pelaksanaan sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama.

Sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” kata Abu Rokhmad.

Prediksi Idul Fitri 2026

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat mengatakan, posisi hilal pada akhir Ramadhan berdasarkan perhitungan hisab belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Sebagai informasi, standar MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

"Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh ya. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat,” kata Arsad, dilansir dari Kompas.com, Senin (16/3/2026).

“Di ketinggian mungkin memenuhi tapi dari sudut elongasi itu masih kurang,” sambungnya.

Dengan begitu, bulan Ramadhan 1447 H berpotensi memiliki 30 hari dan tanggal 1 Syawal kemungkinan jatuh pada 21 Maret 2026.

Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Potong Gaji DPR, Ini Rincian Gaji & Tunjangan Anggota DPR 2026

Namun demikian, hal tersebut hanya prediksi dan kepastian tanggal 1 Syawal 1447 H masih menunggu pengumuman resmi Kemenag setelah seluruh rangkaian sidang isbat selesai.

Sementara itu, ini prediksi Idul Fitri 2026 atau tanggal 1 Syawal 1447 H menurut BMKG dan BRIN:

Lebaran 2026 menurut BMKG

Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto memprediksi Idul Fitri 2026 jatuh pada 21 Maret 2026.

Merujuk hisab dan perhitungan astronomi, ketinggian hilal pada 29 Ramadhan 1447 H (19 Maret 2026) berada antara 0 derajat 54 menit 27 detik di Merauke, Papua hingga 3 derajat 07 menit 52 detik di Sabang, Aceh.

Kemudian, elongasinya berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 06 menit 10 detik.

“Karena ketinggian hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria minimal MABIMS, bulan Ramadhan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari. Jadi, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026,” ucap Himawan.

Lebaran 2026 menurut BRIN

Berdasarkan penghitungan astronomi, BRIN memprediksi Lebaran 2026 jatuh pada 21 Maret 2026.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin menilai, ketinggian Bulan pada Matahari terbenam 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi syarat minimal MABIMS, sehingga hilal kemungkinan belum dapat diamati.

Dengan kata lain, bulan Ramadhan 1447 H kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari dan kemudian berganti bulan Syawal.

Tonton: Penasihat Gedung Putih Desak AS Mundur dari Perang Iran! Risiko Disebut “Katastrofik”

"Dalam kriteria yang digunakan oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat," ujar Thomas.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/18/063000865/sidang-isbat-idul-fitri-2026-digelar-19-maret-ini-prediksi-1-syawal-1447-h?page=1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×