kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Ini penyebab realisasi belanja kesehatan penanganan Covid-19 masih rendah


Minggu, 14 Juni 2020 / 18:47 WIB
ILUSTRASI. Bea Cukai Soekarno Hatta fasilitasi penanganan Covid-19


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Riza menekankan agar pengalokasian dana ini bisa lebih diarahkan untuk penanganan wabah Covid-19 agar kurvanya bisa menurun. Apabila tidak diarahkan ke sana, maka wabah ini akan berlangsung semakin lama.

Artinya, pemerintah perlu menggelontorkan dana lagi sehingga biaya penanganan Covid-19 akan terus meningkat. Bukan hanya dari biaya keperluan medis, tetapi juga biaya bantuan sosial (bansos), dan biaya pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Terdampak pandemi Covid-19, AASI himbau perusahaan asuransi untuk lebih berhati-hati

Ia juga mengimbau agar pemerintah dapat memperhatikan pelaksanaan kebijakan new normal yang saat ini tengah diterapkan. Apabila nantinya gelombang kedua pandemi (second wave) melanda, maka dikhawatirkan biaya yang dibutuhkan akan lebih besar lagi ke depannya.

"Hal ini (gelombang kedua) juga perlu menjadi pertimbangan. Jika ini terjadi, maka biaya yang dibutuhkan akan meningkat," kata Riza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×