kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Ini penyebab impor tekstil membludak menurut pengusaha tekstil


Senin, 14 Oktober 2019 / 20:44 WIB
ILUSTRASI. Petugas Bea Cukai membongkar hasil pengungkapan kasus penyelundupan ekspor tekstil melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Rabu (3/5). Dalam rilis tersebut, petugas mengamankan 3 kontainer yang membawa tekstil selundupan ini milik PT LHD, sebuah perus


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Nantinya, usulan safeguard tersebut akan didiskusikan oleh tiga kementerian terkait, yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Menurut Ade, tarif safeguard tersebut akan beragam berdasarkan sektornya. Untuk sektor fiber, tarif bea masuk tambahan dikenakan 2,5%. Kemudian, kain akan dikenakan sebesar 7%, benang 5-6%, dan garmen 15-18%.

“Tentunaya dengan safeguard yang baru akan menekan meledaknya impor di hilir. Makanya Menkeu juga menyarankan pengurangan batasan barang kiriman garment semula 10 PCS menjadi 5 PCS untuk mengurangi akses penertiban impor borongan yang berpindah ke barang kiriman,” kata Ade kepada Kontan.co.id, Senin (14/10).

Baca Juga: Pemerintah longgarkan fasilitas fiskal untuk industri migas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×