kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini pembahasan pejabat Korsel di Kementerian PUPR


Jumat, 10 November 2017 / 22:24 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah Presiden Korea Selatan Moon Jae Jin kunjungi Presiden Joko Widodo, jajaran pemerintah Negeri Gingseng ini melakukan kunjungan strategis ke berbagai Kementerian Indonesia.

Salah satunya adalah kunjungan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Trasportasi Korea Selatan Kim Hyun Mee yang datang ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kunjungan tersebut membahas beberapa isu strategis antara lain perkembangan Bendungan Karian, kerjasama dalam intelligent transport system (ITS), dan perumahan.

"Pemerintah Korea akan melakukan studi kelayakan ITS. Setelah selesai baru kelihatan besaran kebutuhan pendanaan untuk proyek ITS," kata Menteri PUPR Basuki, Jumat (10/11) setelah menerima kunjungan delegasi Korsel di Kementerian PUPR.

Kerjasama ini dianggap penting oleh Basuki lantaran pemerintah punya target terapkan sistem tol tanpa henti alias Multi Lane Free Flow (MLFF) pada akhir 2018.

Meski demikian, Basuki katakan bahwa tawaran serupa juga datang dari negara lain.

"Kami mendapat penawaran dari pemerintah Hungaria. Kita akan lihat mana yang lebih efisien dan cocok untuk Indonesia," katanya

Sementara itu, Menteri Moon Jae Jin dalam kesempatan yang yang sama katakan, Korsel akan menindaklanjuti kerjasama ITS ini dengan mengirimkan para ahli pada dalam waktu dekat.

"Para ahli dari klKorea akan datang ke Indonesia untuk menganalisis, menginvestigasi dan mengimplementasikan ITS di lokasi," kata Menteri Moon.

Sementara dari sektor perumahan, Pemerintah Korea kata Moon telah dilakukan nota kesepahaman antara  Hanwa E&C Corporation dan PT Pembangunan Perumahan dalam proyek perumahan.

"Sudah ada MoU prefabricated housing construction project. Haraoannya hal tersebut mampu meminimalisir backlog perumahan, khususnya bagi orang berpendapatan menengah bawah," sambung Menteri Moon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×