kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ini kisaran penurunan cadangan devisa di Februari 2020 versi IKS


Kamis, 05 Maret 2020 / 21:18 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (30/11). Bank Indonesia (BI) menyatakan, banyak perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang memotong utang luar negeri mereka langsung dari hasil ekspor. Hal ini yang membuat jumlah Devis


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peneliti ekonomi senior Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi memprediksi cadangan devisa (cadev) akan menurun dikisaran US$ 128 miliar - US$ 129 miliar pada Februari 2020.

Padahal sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadev pada bulan Januari 2020 meningkat dari posisi bulan Desember 2019 yang sebesar US$ 129,2 miliar menjadi US$ 131,7 miliar.

Baca Juga: Ekonom Bank Permata prediksi cadev Februari 2020 turun dikisaran US$ 2,5 miliar

Sementara itu, BI juga telah melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas moneter dan pasar keuangan, termasuk dengan memitigasi risiko wabah virus Corona. Langkah penguatan tersebut salah satunya dengan meningkatkan intervensi menjaga nilai tukar rupiah dengan optimalisasi di pasar DNDF, pasar saham, dan pasar Surat Berharga Negara (SBN).

"Saya pikir BI cukup banyak dalam melakukan intervensi untuk memperkecil volatilitas rupiah, saya perkirakan hingga akhir minggu ini rupiah bergerak di kisaran Rp 14.000 - Rp 14.300," kata Eric kepada Kontan.co.id, Kamis (5/3).

Baca Juga: Virus corona masuk Indonesia, ini proyeksi IHSG untuk perdagangan Selasa (3/3) besok




TERBARU

[X]
×