kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Ini kata Jokowi soal kursi pimpinan MPR


Minggu, 05 Oktober 2014 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. Mengenal sosok iblis Asmadeus dalam film The Pope’s Exorcist


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla di parlemen sebenarnya bisa mengajukan paket pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Namun, koalisi ini justru lebih memberikan posisi Ketua MPR kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan mengajak Koalisi Merah Putih di dalam paket gabungan itu. 

Presiden terpilih Joko Widodo pun merestui keputusan partai-partai pendukungnya. Menurut dia, dengan dijadikannya DPD sebagai Ketua MPR, maka ada peluang paket pimpinan disepakati secara musyawarah. "Tadi kan disebutkan adanya DPD untuk musyawarah mufakat. Nah, makanya kami mendukung," ujar Jokowi usai rapat bersama partai koalisi di kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Minggu (5/10).

Jokowi menuturkan, dengan jaminan disepakatinya opsi itu secara musyawarah mufakat, maka koalisinya pun menyetujui. Alhasil, koalisi Jokowi-JK mengalah dan menawarkan koalisi Merah Putih dua kursi Wakil Ketua MPR. Opsi ini masih berusaha dilobi ke pihak koalisi Merah Putih. 

"Politik itu kan tiap detik, tiap menit berubah," kata Jokowi menyoroti batalkanya koalisi Jokowi-JK mengajukan paket pimpinan MPR sendiri tanpa melibatkan koalisi Merah Putih. 

Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P, Ahmad Basarah, mengutarakan alasan kubu Jokowi-JK mengajak koalisi Merah Putih dalam paket pimpinan MPR. Menurut Basarah, lobi kepada koalisi Merah Putih perlu dilakukan.  "Ini malah bagus terbuka untuk diskusi. Kalau kami mengajukan sendiri, malah jadi buntut," kata Basarah. 

Koalisi pendukung Jokowi-JK menghadapi tantangan di parlemen. Pasalnya, koalisi ini hanya diisi oleh PDI-P, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan PKB. Jumlah ini masih kalah kuat dari koalisi Merah Putih yang diisi oleh enam partai politik, termasuk Partai Demokrat.

Koalisi pendukung Jokowi-JK sudah kalah dalam pengusungan paket pimpinan DPR yang dimenangkan Koalisi Merah Putih. Paket pimpinan DPR yang akhirnya terpilih yakni Settya Novanto (Golkar), Agus Hermanto (Partai Demokrat), Fahri Hamzah (PKS), dan Fadli Zon (Gerindra). Pada Senin, MPR akan kembali bersidang untuk memilih paket pimpinan MPR. (Sabrina Asril)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×