kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.675   11,00   0,06%
  • IDX 6.635   -1,09   -0,02%
  • KOMPAS100 866   -1,02   -0,12%
  • LQ45 656   -1,63   -0,25%
  • ISSI 232   1,10   0,48%
  • IDX30 367   -1,05   -0,29%
  • IDXHIDIV20 453   -1,73   -0,38%
  • IDX80 99   0,00   0,00%
  • IDXV30 126   0,52   0,41%
  • IDXQ30 117   -0,48   -0,41%

Ini hal-hal yang dilaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke DPR


Jumat, 17 April 2020 / 08:22 WIB
ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

Dorong peningkatan "rapid test" PCR 

Anies bilang, untuk pengetesan virus corona saat ini belum memadai. Menurut dia, perlu dilaksanakan tes virus corona yang masif dan serius agar kondisi riil di lapangan dapat dilihat dengan baik. 

"Ada kebutuhan melakukan kebutuhan testing yang amat serius. Kalau bisa meningkatkan kemampuan testing, maka kami punya potret yang lebih baik dan bisa melakukan pencegahan lebih baik," tutur dia. 

Baca Juga: Anies Baswedan usul ke Luhut Panjaitan agar operasional KRL selama PSBB dihentikan

Anies menambahkan, tidak ada perbedaan data kasus virus corona antara yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta dengan yang dilaporkan pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

Namun, ia menilai ada jurang yang cukup lebar antara kenyataan dan kasus yang terdata. Hal itu disebabkan kemampuan tes virus corona yang terbatas. 

"Penduduk kami sepuluh juta, kalau yang dites hanya sedikit, maka yang positif cuma sedikit. Kalau yang di tes banyak, maka yang positif bisa jadi lebih banyak," kata Anies. 

"Angka positif hari ini belum tentu mencerminkan keadaan lapangan. Karena kemampuan testingnya terbatas," lanjur dia. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×