kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Ini cara Jusuf Kalla hadapi perdagangan bebas


Kamis, 29 Mei 2014 / 14:56 WIB
ILUSTRASI. Kawasan properti perkantoran di Jakarta, Jumat (26/8). A /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/26/08/2022.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

BANDUNG. Bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla menilai, produk-produk buatan Indonesia mampu bersaing dengan produk-produk buatan luar negeri dalam era perdagangan bebas 2015 mendatang. Pria yang akrab disapa JK ini mengatakan, kurangnya minat untuk membeli produk Indonesia lantaran promosi yang tidak maksimal.

Jika terpilih nanti, JK optimistis bisa menghalau derasnya laju produk-produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dalam era perdagangan bebas. "Kita masuki lagi negara lain, merek kita sangat mampu. Yang kurang hanya kemampuan promosi, kemampuan distribusi," kata JK saat mengunjungi sentra sepatu dan tas Cibaduyut, Kota Bandung, Kamis (29/5).

JK menambahkan, kemampuan produk-produk Indonesia menarik minat konsumen mancanegara sudah terbukti sejak lama. Menurut dia, Bandung merupakan salah satu destinasi belanja negara-negara tetangga.

"Di sini, 40 pesawat dari Malaysia datang ke Indonesia setiap hari," ujarnya.

Kendati demikian, JK mengaku masuknya merek-merek lokal dalam era perdagangan bebas 2015 tidak akan bisa dibatasi meski dirinya dan Joko Widodo terpilih dalam Pilpres 2014 nanti.

Salah satu langkah yang paling realistis, lanjutnya, adalah menguatkan merek-merek dan kualitas produksi dalam negeri. "Ini pasar bebas, tapi kita kuatkan merek-merek lokal. (Sepatu) JK Collection sudah mulai populer juga, saya pernah lihat di Internet. Ini kan, dia tidak bikin yang bikin kan usaha-usaha kecil, semua juga begitu. Nike tidak punya pabrik hanya jual merek," tuturnya. (Putra Prima Perdana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×