kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Ini 4 asumsi makro yang disepakati DPR-Pemerintah


Selasa, 27 Januari 2015 / 10:31 WIB
ILUSTRASI. Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati sejumlah asumsi makro dengan pemerintah pada Senin (26/1) malam. Asumsi makro ini akan dibawa ke Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk dibahas dan disepakati lebih lanjut.

Pertama, asumsi pertumbuhan ekonomi. Asumsi pertumbuhan ekonomi yang disepakati dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 adalah sebesar 5,7%. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan ada wacana pertumbuhan 5,6%-5,8% melihat kondisi terakhir terkait ekonomi global.

Dampak dari quantitative easing (QE) atau kucuran stimulus di Eropa dan Jepang tidak akan berpengaruh  banyak terhadap pertumbuhan Indonesia. Maka dari itu, asumsi  5,6% sebagai asumsi pertumbuhan adalah asumsi yang cukup masuk akal.

Namun, pemerintah menghitung adanya stimulus dari Eropa tersebut bisa setidaknya menambah pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,1%. "Sehingga pertumbuhan ekonomi kita bisa ke 5,7%," ujar Bambang.

Kedua, inflasi masih tetap seperti yang direncanakan pemerintah dalam RAPBN-P 2015 yaitu 5%.

Ketiga, SPN 3 bulan. SPN 3 bulan ditetapkan sebesar 6,3%, sama seperti rancangan awal.

Keempat, rupiah. Asumsi rupiah yang disepakati adalah Rp 12.500 per dollar Amerika Serikat (AS), melemah Rp 300 dari asumsi sebelumnya Rp 12.200 dalam RAPBN-P.

Ketua Komisi XI Fadel Muhammad menekankan, yang diminta Komisi XI kepada pemerintah adalah memanfaatkan ruang fiksal yang besar dan diarahkan pada percepatan pengurangan kemiskinan, penurunan gini rasio, indeks pembangunan manusia (IPM), pengurangan gap struktural dan regional serta penciptaan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×