kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Ini 16 proyek listrik dengan penunjukan langsung


Jumat, 29 Mei 2015 / 16:09 WIB
ILUSTRASI. Borneo FC vs PSIS Semarang


Reporter: Agus Triyono | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah akan menggunakan mekanisme penunjukan langsung dalam proses pembangunan proyek pembangkit listrik. Berdasarkan data yang didapat KONTAN, ada 16 proyek listrik yang pembangunannya akan dilakukan dengan mekanisme tunjuk langsung dan penugasan.

Proyek tersebut antara lain, PLTG/ PLTU Senipah dengan kapasitas 1x35 megawatt, PLTU Kaltim 4 berkapasitas 2x 100 megawatt, PLTU Jawa -4 berkapasitas 2x1000 dan PLTU Sulbagut -3 Gorontalo berkapasitas 2x 50 megawatt.

Selain itu proyek lain yang juga dikerjakan dengan mekanisme tunjuk langsung dan penugasan adalah PLTA Wai Tina, Maluku berkapasitas 12 megawatt dan PLTA Tabulahan di Sulawesi Barat berkapasitas 20 megawatt.

Rudi Salahuddin, Direktur Perencanaan Investasi Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, penunjukan langsung dalam proyek kelistrikan memang dimungkinkan. "Di peraturan kalau sudah eksisting, mau buat lagi dilokasi sama bisa tunjuk langsung, tidak tender lagi," katanya, beberapa waktu lalu.

Kebijakan penunjukan langsung yang telah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mendapat kritik. Salah satu kritik datang dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA).

Yenny Sucipto, Sekretaris Jenderal FITRA mengatakan, mekanisme penunjukan langsung, salah satunya dalam proyek listrik, berpotensi melegalkan kecurangan dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×