Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan hingga kini belum ada temuan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Indonesia, baik pada manusia maupun hewan pengerat. Penegasan ini disampaikan di tengah meningkatnya kewaspadaan global setelah muncul kluster Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.
Mengutip Infopublik.id, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Sumarjaya, menyebut kasus virus Hanta yang pernah terdeteksi di Indonesia berbeda dengan HPS yang menjadi sorotan dunia saat ini. Menurutnya, virus Hanta yang ditemukan di Tanah Air merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
“Indonesia sekali lagi belum menemukan kasus HPS baik pada manusia maupun tikusnya. Di Indonesia penyakit virus Hanta yang ada adalah tipe HFRS yang menyerang ginjal, bukan virus baru yang saat ini kita dengar secara global maupun di MV Hondius,” jelas Sumarjaya dalam seminar yang diselenggarakan Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, virus Hanta merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Orthohantavirus. Penularannya terutama berasal dari tikus atau celurut, melalui cairan tubuh seperti urine, feses, saliva, maupun debu yang terkontaminasi dan terhirup dalam bentuk aerosol.
Sumarjaya menambahkan, penularan antar manusia tergolong sangat terbatas dan umumnya hanya terjadi pada tipe HPS. Sementara hingga saat ini, jenis tersebut belum pernah ditemukan di Indonesia.
Baca Juga: Kisah Rupiah: Jatuh ke Level Rp17.000, Bangkit Lagi ke Rp 6.500 Berkat BJ Habibie
Berdasarkan perkembangan global per 10 Mei 2026, terdapat enam kasus terkonfirmasi dan dua kasus probable terkait kluster HPS di MV Hondius, dengan laporan tiga kematian.
Di sisi lain, Indonesia sebenarnya sudah mengenal virus Hanta sejak 1991. Dari hasil surveilans periode 2024 hingga 2026, tercatat ada 23 kasus terkonfirmasi di enam provinsi. Jumlah kasus tertinggi ditemukan di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, masing-masing enam kasus.
"Penemuan kasus ini patut diapresiasi karena menunjukkan kualitas surveilans di Indonesia, khususnya di pintu masuk negara, yang semakin baik,” katanya.
Untuk mengantisipasi potensi risiko, Kemenkes telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Di antaranya adalah penyusunan pedoman penanggulangan Hantavirus, penguatan surveilans di pintu masuk negara, serta penetapan 168 rumah sakit rujukan.
Selain itu, Kemenkes juga membangun jejaring laboratorium kesehatan untuk pemeriksaan virus Hanta, menetapkan 21 rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging, dan memperkuat komunikasi risiko kepada masyarakat melalui berbagai media serta kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).
“Kami juga terus melakukan koordinasi lintas sektor baik di tingkat nasional, regional, maupun global,” ujar Sumarjaya.
Ia menambahkan, peningkatan kewaspadaan ini juga diperkuat lewat Surat Kewaspadaan Nomor 2572 Tahun 2026 tertanggal 10 Mei 2026 yang memuat sejumlah langkah strategis.
Beberapa poin penting dalam surat tersebut mencakup penguatan penemuan kasus dengan gejala klinis yang mirip, termasuk kewaspadaan terhadap potensi koinfeksi dengan penyakit tropis lain seperti leptospirosis, dengue, tifus, hingga rickettsiosis.
Tonton: Indonesia Tambah Jet VVIP Falcon 8X, Armada Kepresidenan Makin Canggih!
Kemenkes juga meminta seluruh jajaran kesehatan aktif mengikuti informasi resmi mengenai Hantavirus guna mencegah penyebaran hoaks dan misinformasi. Selain itu, penguatan kolaborasi lintas sektor, pengendalian tikus terpadu, peningkatan sanitasi lingkungan, serta pencatatan dan pelaporan kasus juga menjadi perhatian utama.
Sumarjaya berharap tenaga medis, petugas laboratorium, dinas kesehatan, hingga petugas di pintu masuk negara dapat memahami tata laksana penanganan virus Hanta sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit infeksi emerging.
Tabel 1: Perbandingan Hantavirus HPS vs HFRS
| Jenis | Nama | Organ yang Diserang | Status di Indonesia |
|---|---|---|---|
| HPS | Hantavirus Pulmonary Syndrome | Paru-paru | Belum ditemukan |
| HFRS | Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome | Ginjal | Sudah ditemukan |
Tabel 2: Langkah Mitigasi Kemenkes
| Keterangan | |
|---|---|
| Penyusunan pedoman Hantavirus | standar penanganan nasional |
| Penguatan surveilans pintu masuk | deteksi dini kasus impor |
| RS rujukan | 168 rumah sakit |
| RS sentinel emerging | 21 rumah sakit |
| Jejaring laboratorium | pemeriksaan virus Hanta |
| KIE dan komunikasi risiko | edukasi publik dan pencegahan hoaks |
| Koordinasi lintas sektor | nasional hingga global |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













