kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Inflasi sampai akhir tahun diperkirakan sekitar 4%


Senin, 03 September 2018 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pasar tradisional


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan harga mengendur di bulan Agustus 2018, sehingga Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,05% di bulan tersebut.

Kendati mengendur, namun inflasi akan merangkak naik menjelang tutup tahun nanti. “Cenderung akan sedikit-sedikit naiknya, mungkin di bulan September rendah dan mulai naik sedikit di Oktober, November, dan Desember lebih tinggi, 3,5% hingga 4%,” kata Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Faisal saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (3/9).

Senada, Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, hingga akhir tahun, inflasi kemungkinan akan mencapai 3,39%. Menurutnya, laju inflasi akan dipengaruhi sejumlah faktor seperti pelemahan rupiah dan juga faktor musiman.

“Rupiah kan melemahnya cukup lumayan di bulan Agustus. Harusnya itu berpengaruh banyak di makanan jadi dan kesehatan. Di bahan makanan kita juga punya impor yang tinggi, sehingga kok deflasinya besar,” katanya.

Faisal menyebut bahwa menjelang akhir tahun inflasi akan semakin tinggi. Ini karena siklus tahunan saat libur akhir tahun. “Siklusnya tahun ke tahun ya seperti itu,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×