kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Inflasi sampai akhir tahun diperkirakan sekitar 4%


Senin, 03 September 2018 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pasar tradisional


Reporter: | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan harga mengendur di bulan Agustus 2018, sehingga Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,05% di bulan tersebut.

Kendati mengendur, namun inflasi akan merangkak naik menjelang tutup tahun nanti. “Cenderung akan sedikit-sedikit naiknya, mungkin di bulan September rendah dan mulai naik sedikit di Oktober, November, dan Desember lebih tinggi, 3,5% hingga 4%,” kata Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Faisal saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (3/9).

Senada, Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, hingga akhir tahun, inflasi kemungkinan akan mencapai 3,39%. Menurutnya, laju inflasi akan dipengaruhi sejumlah faktor seperti pelemahan rupiah dan juga faktor musiman.

“Rupiah kan melemahnya cukup lumayan di bulan Agustus. Harusnya itu berpengaruh banyak di makanan jadi dan kesehatan. Di bahan makanan kita juga punya impor yang tinggi, sehingga kok deflasinya besar,” katanya.

Faisal menyebut bahwa menjelang akhir tahun inflasi akan semakin tinggi. Ini karena siklus tahunan saat libur akhir tahun. “Siklusnya tahun ke tahun ya seperti itu,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×