kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Inflasi November 2025 Diprediksi Melandai ke 2,75% YoY, Ini Faktor Pendorongnya


Minggu, 30 November 2025 / 18:17 WIB
Inflasi November 2025 Diprediksi Melandai ke 2,75% YoY, Ini Faktor Pendorongnya
ILUSTRASI. Pedagang mengembalikan uang ke warga saat berbelanja cabai rawit di Pasar Barito Ternate, Maluku Utara, Kamis (23/10/2025). ANTARA FOTO/Andri Saputra/agr. Ekonom memprediksi inflasi November berada di kisaran 2,75% secara tahunan (YoY) dan 0,20% secara bulanan (MoM)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan inflasi pada November 2025 diperkirakan menurun. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memprediksi inflasi November berada di kisaran 2,75% secara tahunan (YoY) dan 0,20% secara bulanan (MoM), atau lebih rendah dari realisasi bulan Oktober yang sebesar 2,86% (YoY) dan 0,28% (MoM).

Menurut Banjaran, inflasi November terutama ditopang oleh normalisasi harga sejumlah komoditas pangan utama. Harga beras tercatat turun 0,36%, sementara kenaikan harga cabai merah mulai melandai menjadi 0,96%. Adapun harga daging ayam ras masih naik 1,11%, namun kontribusinya relatif terkendali.

Baca Juga: LPEM UI Memprediksi Inflasi November 2025 Turun Terdorong Normalisasi Harga Emas

“Inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 1 November,” ujar Banjaran kepada Kontan, Minggu (30/11/2025).

Adapun inflasi inti diperkirakan tetap stabil. Meskipun harga emas masih berada di level tinggi, namun laju kenaikan bulanannya jauh lebih rendah dibandingkan bulan Oktober.

Sementara itu menjelang akhir tahun, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap solid. Banjaran menyebut penjualan ritel pada Oktober diproyeksikan tumbuh sekitar 4% YoY, menjadi tren peningkatan sejak Agustus 2025.

"Optimisme konsumsi beberapa bulan mendatang juga didukung oleh lonjakan Indeks Keyakinan Konsumen ke 121,2 pada Oktober, level tertinggi sejak April 2025," ungkap Banjaran

Indikator ini menunjukkan daya beli rumah tangga masih terjaga dan memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun.

Baca Juga: BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 7,7% pada 2031, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi

Selanjutnya: Potensi Penurunan BI Rate Jadi Angin Segar Emiten Properti, Ini Rekomendasi sahamnya

Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Indonesia Bawa Pulang Juara Ganda Campuran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×