Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memproyeksikan inflasi pada November 2025 mengalami penurunan baik secara tahunan (year on year/YoY) dan bulanan (Month to month/MoM), namun inflasi inti diperkirakan justru mengalami kenaikan.
Ia memperkirakan inflasi November 2025 mencapai 2,73% secara tahunan (YoY), atau lebih rendah dari inflasi Oktober yang sebesar 2,86% (YoY). Secara bulanan, inflasi November diprediksi 0,18% (MoM), lebih rendah dibandingkan inflasi 0,28% (MoM) pada Oktober.
Adapun inflasi inti pada November 2025 diprediksi berada di level 2,41% (YoY) dan 0,22% (MoM), meningkat dari realisasi Oktober yang sebesar 2,36% (YoY) dan 0,39% (MoM).
Baca Juga: BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 7,7% pada 2031, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi
David menjelaskan penurunan inflasi umum terutama dipengaruhi oleh harga bahan pangan yang melemah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain minyak goreng, daging ayam, beras, dan bawang merah.
“Inflasi sedikit melambat di November karena harga bahan pangan melambat secara tahunan,” ujar David kepada Kontan, Minggu (30/11/2025).
Sementara itu inflasi inti masih menunjukkan tren kenaikan. Menurutnya, hal ini terutama disumbang oleh kenaikan harga emas yang masih berlanjut hingga akhir tahun.
David juga menyoroti bahwa konsumsi rumah tangga masih menunjukkan tren peningkatan pada November 2025, didorong terutama oleh kelompok masyarakat berpendapatan menengah-atas.
"Konsumsi rumah tangga masih tren meningkat di November, di dorong terutama masyarakat berpendapatan menengah-atas," ungkap David.
Kelompok ini dinilai tetap menjadi motor utama belanja domestik, seiring stabilnya daya beli dan meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.
Prediksi ini menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi tetap terjaga, sementara permintaan domestik masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi di penghujung 2025.
Baca Juga: Ditjen Pajak Kumpulkan 137 Wajib Pajak Sawit, Ada Apa?
Selanjutnya: Tren Desain Bangunan Modern Menggabungkan Efisiensi, Estetika dan Tata Udara
Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













