kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.966   29,73   0,33%
  • KOMPAS100 1.238   8,41   0,68%
  • LQ45 873   4,96   0,57%
  • ISSI 326   2,29   0,71%
  • IDX30 443   3,28   0,75%
  • IDXHIDIV20 523   5,75   1,11%
  • IDX80 138   0,99   0,72%
  • IDXV30 145   1,38   0,96%
  • IDXQ30 142   1,46   1,04%

Inflasi bulanan Maret rendah, tapi tahunan tinggi


Senin, 13 Maret 2017 / 15:28 WIB
Inflasi bulanan Maret rendah, tapi tahunan tinggi


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Meski memperkirakan inflasi secara bulanan Maret ini lebih rendah dibanding Februari lalu, inflasi tahunan bulan ini diperkirakan masih mendekati 4% year on year (YoY).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, dengan perkembangan hasil survei mingguan pekan kedua bulan ini yang tercatat inflasi 0,18%, maka inflasi tahunan bulan ini diperkirakan 3,81% YoY. Sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 3,83% YoY.

Agus mangatakan, inflasi tersebut disumbang oleh kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 900 volt ampere (VA) sebagai kenaikan tahap kedua di bulan ini. Tak hanya itu, inflasi tersebut juga masih disumbang oleh kenaikan harga cabai.

Diberitakan sebelumnya, harga cabai di berbagai kota sempat melambung di atas Rp 150.000 per kg beberapa waktu lalu. "Tetapi telur ayam dan lain-lain itu semua sudah turun," kata Agus di Kantor Kementerian Keuangan (Kemkeu), Senin (13/3).

Meski inflasi tahunan masih tercatat tinggi lanjut Agus, angka tersebut masih sejalan dengan target sasaran inflasi bank sentral yang sebesar 3% plus minus 1%.

Agus juga mengatakan, proyeksi inflasi Maret yang diperkirakan lebih rendah dari bulan sebelumnya itu menjadi salah satu indikator masih menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan yang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×